4 Sehat 5 Sempurna Baru Jadi Topik Idul Fitri

33 0

Bogor  –   Menyitir jargon “4 Sehat 5 Sempurna Baru” versi masa kini. Pola hidup sehat di era pandemi ini juga diharapkan menjadi tradisi yang melekat di kehidupan pasca pandemi nanti. Pertama, senantiasa menggunakan masker; kedua, jaga jarak sehat; tiga, selalu mencuci tangan; empat, olahraga yang teratur atau Istirahat yang cukup atau tidak panik dan lima, makan makananan bergizi, halal, dan baik. Demikian hal tersebut, terkuak saat Khatib shalat Ied di Graha BNPB, Jakarta

Pada kesempatan itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo beserta 10 staf nya melaksanakan Sholat Idul Fitri 1441 Hijriah di Ruang Serbaguna Sutopo Purwo Nugroho, Lantai 15 Graha BNPB, Pramuka, Jakarta Timur, pada Minggu 24 Mei 2020. Doni beserta Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 lainnya sudah dua bulan lebih tinggal di kantor ini. Oleh sebab itu, ia melaksanakan shalat Id di rumah sementaranya itu.

Sementara itu, Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Egy Massadiah mengatakan, panitia kecil Sholat Ied di Graha BNPB hanya mengizinkan sepuluh jamaah. Alhasil, ruang berkapasitas ratusan orang itu pun terlihat sangat longgar. Jarak antarjamaah satu dan lainnya sekitar dua meter. “Peserta Sholat Idul Fitri antara lain Pak Doni, Koorspri Kepala BNPB Kolonel Budi Irawan, Kolonel Hasyim Lalhakim, Jarwansah Direktur Darurat BNPB, dan lima staf lainnya,” ujar Egy yang juga mengikuti Sholat Id bersama Doni.

Egy berujar, jalannya Sholat Ied menjadi sangat khidmat. Para jamaah bersama-sama memanjatkan doa, bermunajat dari ketinggian 75 meter dari permukaan tanah, berharap virus corona segera sirna. Adapun khatib dalam Sholat Id di Graha BNPB yakni Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nadjamuddin Ramly yang juga pengajar di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah itu membawakan topik aktual dalam khotbahnya, yakni “Kehidupan Normal Baru dalam menggapai Keridhaan Allah Subhanahu Wata’ala”.

“Saat ini Allah Jallajalalu menguji ummatnya dengan wabah pandemik yang sangat berbahaya dan mematikan,” ujar Nadjamu. Ke depan, seluruh masyarakat harus memulai kehidupan normal baru dengan membudayakan protokol kesehatan sebagai karakter pribadi. Dari karakter pribadi, nantinya begulir menjadi gerakan budaya baru di kalangan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Gerakan budaya baru ini akan bermuara pada lahirnya peradaban yang tinggi. Umat manusia sudah hidup pada tatanan yang melekat pada kehidupan sehat dan merekonstruksi masa depannya secara sistemik dan berkelanjutan. “Protokol Kesehatan ini adalah gagasan cerdas, bernas dan mencerahkan dalam menghadap wabah virus corona,” kata Nadjamudin.

 

Tim PolBo  l  Jacky WIjaya

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *