44 Kasus Hoaks Covid-19 di 17 Polda dan Bareskrim

AvatarPosted on at 01:06
62 0

Jakarta  –   Disaat masyarakat merasa prihatin dan waspada akan merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda hampir di seluruh negeri ini, ternyata ada saja pihak-pihak yang menebar berita bohong (Hoaks).

Perbuatan pihak yang tidak bertanggung jawab itu, dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dan eksistensi sistem penanggulangan pandemi covid-19, yang justeru dapat merugikan dengan memanfaatkan data atau keterangan yang salah.

Terbukti jajaran Tri Bharata (Polri) hingga minggu ketiga Maret 2020 ini, sedang menangani sekurangnya 44 kasus hoaks Corona COVID-19. Kasus tersebut ditangani di 17 jajaran polda se Indonesia termasuk kasus yang sedang di tangani di Bareskrim Mabes Polri.

Lewat keterangan tertulisnya, Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono mengimbau agar “Masyarakat tidak menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya” sehingga kasus penanganan covid-19 ini tidak semakin panjang dan berkembang, padahal data dan keterangannya dibuat-buat.

Angka kasus hoaks terkait Corona COVID-19 memang terus bertambah. Sebagai gambaran, pada pekan lalu, polisi menyebut tengah menangani 30 kasus. Itu artinya, ada 14 kasus baru dalam waktu beberapa hari kemudia. Argo menegaskan “Direktorat Siber terus berpatroli siber untuk mencegah beredarnya hoaks di media sosial.”

Ia juga memastikan akan “menindak tegas siapa pun yang menyebarkannya.” Polisi bahkan kini sedang memantau lingkungan secara langsung agar masyarakat mau beraktivitas di rumah.

Hal itu tercantum dalam Maklumat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Nomor: Mak/2/III/2020 bertanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona, yang dikeluarkan oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.

Ada empat poin dalam maklumat itu. Poin 2 huruf a menyebutkan “Agar masyarakat Tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.”

Kepada mereka yang membandel, polisi akan menjerat mereka dengan Pasal 212 KUHP, Pasal 214 KUHP, Pasal 216 KUHP dan Pasal 218 KUHP, dengan ancaman penjara 1 tahun 4 bulan.

 

Tim PolBo  l  Jacky WIjaya

 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *