60 Jam Bebas Habib Bahar Kembali Masuk LP

21 0

Bogor  –  Sempat bebas selama kurang lebih 60 jam, Bahar bin Smith (34) kembali ditangkap kembali oleh aparat Lembaga Pemasyarakatan Cibinong. Pemuka agama itu, ditetapkan telah melanggar pasal meresahkan masyarakat dan pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar di tengah kondisi darurat Covid-19 dengan mengumpulkan massa.

Seperti diketahui, Sabtu 16 Mei 2020, sekitar pukul 15.30 WIB sore, Habib Bahar bin Smith dibebaskan dari hukuman penjara Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, karena telah menjalani setengah dari hukumannya. Dengan mengenakan pakaian berwarna hitam dan baret merah dengan hiasan bintang-bintang di kepalanya. Bahar pun keluar didampingi kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, diiring dan beberapa kolega.

Dalam perjalanan ke rumahnya saja, para pengikutnya termasuk para santri yang jumlahnya mencapai ratusan orang, beriringan mengusung pembebasan Bahar,. Kondisi itu, layaknya masa kampanye dalam pemilu di masa-masa lalu atau saat massa mengusung ‘Sang Juara’ yang meraih prestasi.
Selama berada di rumah pun, para pengikut, santri dan kerabatnya, bergiliran mengunjungi Bahar, untuk melepas kerinduan kepada pimpinan dan kerabatnya. Bahkan sebagian mereka mengusulkan agar Bahar bersedia memberikan ceramah, berkaitan dengan puasa ramadhan.

Hal itu disetujuinya, dan Bahar pun memberikan ceramahnya dengan kebiasaan yang kritis dalam menyikapi berbagai hal kehidupan sehari-hari termasuk menyikapi kebijakan pemerintah.

Ternyata perbuatan Bahar itu senantiasa di monitor oleh aparat hukum, karena pembebasan Bahar sebelumnya bersifat asimilasi dengan menjalani masa percobaan.

Akhirnya, Bahar pun dijemput di rumahnya, pada Selasa pukul 02.00 WIB oleh tim gabungan penegak hukum. Saat tiba di rumah Smith, kepala LPCibinong mengawalinya dengan membacakan SK pencabutan asimilasi bernomor W11.PAS.PAS11.PK.01.04-1473/2020, sekaliguas menangkapnya kembali dan dieksekusi ke LPGunung Sindur, Bogor sekitar pukul 03.15 pagi bersamaan dengan waktu makan sahur.

Habib Bahar dianggap melanggar ketentuan dan aturan pemberian asimilasi napi. Terpidana kasus penganiayaan remaja itu kemudian ditempatkan di sel pengasingan (one man one cell/straf cell).

“(Bahar bin Smith) kami tempatkan di one man on cell atau straf cell di Blok A (Antasena) kamar 9 (LP Gunung Sindur),” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Reynhard Silitonga di Jakarta, Selasa 19 Mei 2020 pagi.

Silitonga menjelaskan, selama menjalani masa asimilasi, Bahar bin Smith dinilai telah melakukan sejumlah tindakan yang dianggap meresahkan masyarakat, yakni menghadiri kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

Video ceramah Bahar bin Smith yang telah menjadi viral dan dianggap dapat meresahkan masyarakat. Selain itu, Bahar bin Smith juga dinilai melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar di tengah kondisi darurat Covid-19, dengan mengumpulkan massa dalam pelaksanaan ceramahnya.

“Atas perbuatan tersebut maka kepada yang bersangkutan dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi, sebagaimana diatur dalam pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham Nomor 3/2018 dan kepadanya dicabut asimilasinya dan selanjutnya diperintahkan untuk dimasukkan kembali ke dalam lembaga pemasyarakatan (LP) untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya sesuai ketentuan,” ujar Silitonga.

Sementara terpisah, penangkapan Bahar itu dibenarkan oleh kepala Lapas Cibinong, Mulyadi. “Iya benar Habib Bahar kembali ditangkap dan dimasukan lagi ke sel tahanan khusus dengan pengawalan ketat,” ujarnya.

 

Tim PolBo  l  Jacky. W

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *