7 PDP Meninggal Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB

AvatarPosted on at 05:54
27 0

Kabupaten Bogor  –   Setelah sempat 2 hari berturut-turut yakni pada Lebaran pertama dan kedua tanpa ada penambahan kasus Covid-19, namun 7 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Bogor, akhirnya meninggal dunia.

Dalam keterangannya, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah mengumumkan “Terkonfirmasi 7 tambahan kasus PDP meninggal dunia, sehingga total PDP meninggal jadi 91,” ujar Syarifah, Rabu 27 Mei 2020 malam.

Juru Bicara Gugus Covid-19 Kab. Bogor Syarifah Sopiah

Adapun 7 kasus PDP meninggal adalah laki-laki 68 tahun asal Jasinga, bayi perempuan usia 2 hari asal Ciampea, perempuan 19 tahun asal Cisarua. Kemudian, perempuan 33 tahun asal Dramaga, perempuan 20 tahun asal Klapanunggal, perempuan 40 tahun asal Cileungsi, dan laki-laki 25 tahun asal Babakan Madang. Hingga kemarin Orang Dalam Pantauan (ODP) 233 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 313 orang. Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ada 180 orang, positif yang telah sembuh 40 orang, dan meninggal 12 orang.

Sementara itu, terkait berakhirnya masa PSBB tepat pada 26 Mei lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, kembali memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) hingga tiga hari ke depan atau sampai Jumat 29 Mei 2020, mendatang.

Selama tiga hari masa PSBB ini, Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengevaluasi tren kasus positif virus corona. “Ada hal-hal yang harus kita analisa secara hati-hati berkaitan dengan penerapan new normal,” ujar Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangannya Rabu 27 Mei 2020, kemarin.

Ade juga memastikan peraturan dan kebijakan selama PSBB masih tetap berlaku mulai dari pembatasan transportasi, pembatasan aktivitas, dan perniagaan. Sampai masa berakhirnya PSBB ini, Pemkab Bogor akan tetap memperketat aturan dan memperbanyak uji polymerase chain reaction (PCR) di tempat-tempat yang tinggi tingkat penularan Covid-19.

Selanjutnya, Ade meminta ASN untuk mulai mengurangi sistem bekerja dari rumah dan menyusun konsep new normal di lingkup bidang tugasnya. Ia juga meminta agar gugus tugas di tingkat kecamatan, RW, dan RT diaktifkan. “Bahkan relawan juga akan dilibatkan seperti karang taruna, kader posyandu, TNI,Polri, ASN untuk terus menerus mengingatkan protokol kesehatan di semua lapisan masyarakat,” kata bupati Ade.

 

Tim PolBo  l  Jacky. W

Related Post

Tindak Tegas Camat Arogan

Posted by - 03/04/2020 0
Bogor –   Tindakan arogansi camat Ciawi, Agus Hasan terhadap awak media yang hendak menkonfirmasi upaya isolasi wilayah yang dilakukan pihak…

Angkot Juga Di Semprot

Posted by - 29/03/2020 0
Bogor  –   Peningkatan kewaspadaan akibat merebaknya virus corona (Covid-19) di Bogor, terus dilakukan jajaran kepemerintahan. Mulai himbauan, kemudian kebijakan terhadap…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *