Akibat Beras Tak Layak DPRD Kab. Bogor Sidak Bulog

AvatarPosted on at 02:47
23 0

Bogor  –  Akibat banyaknya laporan dan aduan warga masyarakat penerima bantuan sosial (Bansos) berupa beras dari Pemerintah Kabupaten Bogor yang tidak layak konsumsi karena berdebu dan banyak hewannya, jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) gudang Bulog di Cianjur dan Sukabumi. Rombongan sidak dipimpin langsung oleh ketua DPRD, Rudy Susmanto dan Kepala Dinas Perindustrian dan Dagang, Nuradi.

Dalam keterangannya Ketua DPRD, Rudy Susmanto, mengatakan aduan dari masyarakat ini adalah hal paling memalukan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor. Rudy sangat menyayangkan bantuan beras yang seharusnya bisa dinikmati oleh masyarakat miskin dan yang terdampak sebab Covid itu, kualitasnya buruk dari sample yang dikirim Bulog.

“Anggaran yang pemerintah daerah keluarkan tidak sedikit, apalagi itu uang rakyat, jadi jangan main-main dengan kebutuhan masyarakat. Makanya saya bersama komisi II DPRD dan Disperindag meninjau langsung gudang Bulog di Cianjur dan Sukabumi,” kata Rudy di gudang Bulog Cianjur, Kamis 4 Juni 2020.

Setelah meninjau dan berdialog dengan jajaran Bulog, Rudy memerintahkan agar mereka bertanggung jawab dan mengganti beras tidak layak makan yang sudah beredar di masyarakat untuk ditarik dan diganti dengan dengan yang layak. Sehingga kesengsaraan masyarakat di tengah pandemi, tidak terus bertambah. “Mereka harus ganti dan menyelesaikannya, jika ingin terus bekerjasama dengan Pemkab Bogor,” ancam Rudy.

Sementara itu, Kepala Disperindag, Nuradi, mengatakan aduan masyarakat tersebut ditujukan langsung kepada Bupati Bogor Ade Yasin. Lalu sang Bupati pun memerintahkan dirinya untuk mengecek dan memastikan. Nuradi menyebut selain kualitas yang tidak layak, pendistribusian beras oleh Bulog pun belum full secara keseluruhan di tahap awal.

Nuradi menyebut masih ada 12 Kecamatan yang belum tersalurkan, sebab beras belum dikirim dari gudang bulognya. “Kami sudah dialog tadi dan pihak bulog memberikan klarifikasi. Lalu ke depan kami akan meminta para Camat, Lurah, RT dan RW untuk menarik beras yang tidak layak untuk diganti dengan yang bagus,” kata Nuradi.

Pada kesempatan itu, Kepala Bulog Cianjur, Rahmatullah, mengatakan dirinya bersama jajaran meminta maaf kepada pejabat Kabupaten Bogor yang mendatanginya itu atas aduan masyarakatnya yang menerima beras kulitas buruk.

Rahmat berjanji akan memperbaiki kesalahannya itu. Rahmat pun menyebut kendala yang menyebabkan hal itu terjadi, karena beras yang ada di gudangnya dalam kondisi tersimpan lebih dari 6 bulan. Yang mana memang beras tersebut disiapkan, untuk cadangan pangan nasional pada bencana.

“Kami sudah menerapkan SOP nya padahal seperti perawatan kualitas dengan Seed Cleaner dan Mixing Blowing juga sudah dilakukannya. Tapi dari kejadian ini kami akan perbaiki,” janji Rahmat.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

Related Post

Gapensi Jabar Evaluasi Kinerja 2017

Posted by - 01/11/2017 0
CIBINONG – Aturan dalam pelaksanaan jasa konstruksi terus diperbarui. Tujuannya agar para penyedia jasa konstruksi memahami aturan terbaru dalam melaksanakan…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *