Alhamdulillah Kabupaten Bogor 2 Hari Tanpa Ada Covid-19

AvatarPosted on at 02:07
12 0

Cibinong  –   Bersyukur di hari-hari terakhir jelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, ternyata Kabupaten Bogor selama dua hari berturut-turut, tanpa ada angka penularan virus corona (Covid-19) Sementara itu, di tingkat nasional angka penularannya sedang mengalami peningkatan tertinggi selama pandemi virus tersebut berlangsung.

Hal tersebut dikatakan Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya, Kamis 21 Mei 2020 malam “Bersyukur selama dua hari ini, sekarang dan kemarin Tidak ada tambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin. Meski begitu, pada periode yang sama tercatat ada satu pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia, dan satu pasien lagi berhasil sembuh.

Sementara itu, secara keseluruhan kondisi kasusnya hingga Kamis 21 Mei 2020 malam, ada sebanyak 175 pasien Covid-19 di Kabupaten Bogor, dimana 35 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19, dan 12 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia. Di samping itu Pemerintah Kabupaten Bogor juga mencatat ada sebanyak 1.522 orang dalam pemantauan (ODP), 1.260 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 1.454 pasien dalam pengawasan (PDP), 988 di antaranya sudah selesai diawasi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu menyebutkan, 175 pasien  itu berdomisili di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Dari 19 kecamatan, Gunung Putri merupakan wilayah dengan pasien  terbanyak, yakni 30 orang. Kemudian wilayah terbanyak kedua yaitu Kecamatan Cileungsi, sebanyak 24 orang.

Seperti diketahui, secara nasional Pemerintah Indonesia mencatat telah terjadi penambahan signifikan terhadap jumlah kasus pasien positif Covid-19 pada hari ini, Kamis ini, yakni sebanyak 973 orang dinyatakan positif.  Penambahan jumlah kasus positif ini merupakan yang tertinggi sejak diumumkan adanya kasus Covid-19 pertama kali di Indonesia pada 2 Maret lalu.

Untuk itu masyarakat, baik di Kabupaten Bogor dan secara nasional tetap diharapkan untuk waspada dan agar senantiasa mentaati peraturan dan protocol kesehatan menghadapi pandemi virus mematikan’’ itu. Penggunaan masker menjadi keharusan, kemudian selalu mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak dalam berbicara termasuk menghindari kumpul-kumpul, termasuk saat beribadah. “Lebih baik semua dilakukan di rumah saja, guna menjaga dan sekaligus melawan virus corona itu dengan cara mencegahnya,” harap Ade Yasin.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *