DALIL

Bakal Gugat Bupati Bogor, Mahasiswa Korban Jalan Berlubang Siapkan 10 Pengacara

19-01-2018 22:59
401 Views

Ketua PK PMII Unida, Samsul Arifin masih terbaring di RSUD Ciawi, akibat kecelakaan di Jalan Tegar Beriman, Cibinong | Andina R.S

CIAWI-Kecelakaan tunggal akibat jalan berlubang yang menimpa Ketua Pengurus Komisariat (PK) PMII Universitas Djuanda, Syamsul Arifin, menjadi persoalan serius.  Bupati Bogor dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) harus siap-siap menghadapi gugatan. Korban telah menyiapkan 10 pengacara untuk melakukan langkah hukum terhadap Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Sebagai korban kecelakaan, saya sudah menyerahkan langkah hukum yang akan ditempuh kepada rekan-rekan pengacara. Ada 10 pengacara yang siap mendampingi saya,” ungkap Samsul Arifin kepada polbo di RSUD Ciawi,  Rabu, 25 Oktober 2017.

Menurut Direktur Eksekutif  Kantor Hukum 9 Bintang, Anggi Triana Ismail. SH, kecelakaan yang menimpa Syamsul Arifin tidak serta merta akibat teguran alam.  Namun,  karena dimensi lain, yakni ada  kelalaian pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Bogor Nurhayanti dan Dinas PUPR Marga Kabupaten Bogor.

“Syamsul Arifin adalah salah satu tumbal sosial selaku pengguna jalan akibat kurang responnya pemerintah daerah,” kata Anggi, yang merupakan salah satu KuasaHukum Syamsul Arifin.

Ia menyebutkan, berdasarkan Pasal 97 ayat (1) PP No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan, sebutkan bahwa penyelenggara jalan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk memelihara jalan sesuai dengan kewenangannya.  Merujuk kepada isi pasal terebut, seharusnya penyelenggara negara, yaitu Dinas PUPR harus jauh lebih respek dan peka terhadap kondisi jalan di wilayah kerjanya. “Jangan menunggu korban dulu baru bekerja. Harusnya  peka sebagai pelayan public.”

Untuk itu, Anggi menilai ada tindakan pemerintah daerah yang diduga keras telah terjadi kelalaian, bahkan mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Samsul Arifin melalui Tim Kuasa Hukum-nya akan melakukan langkah hukum  kepada pemerintah daerah.

“Ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor : 127/SBLF/SKK.Pdt/X/2017 tertanggal  24 Oktober 2017, dengan melakukan pertanggung jawaban ganti kerugian terhadap klien kami,” Anggi menegaskan. “Keadilan harus dituntut, sepanjang pelanggar tidak pernah menghormati supremasi hukum.”

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP), Rahmat Syamsul Anwar menyatakan, ahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat bisa menggugat Bupati Bogor Nurhayanti dan Dinas PUPR atas kecelakaan yang dialami Syamsul Arifin.Pemerintah daerah dinilai gagal menyediakan infrastruktur publik yang aman dan nyaman.“Betul ini musibah. Tapi penyebab utamanya adalah jalan berlubang.”

Ketua PK PMII Komisariat Unida, Syamsul Arifin mengalami kecelakaan tunggal akibat jalan berlubang di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Selasa, 17 Oktober 2017.  Korban mengalami patah tulang rahang dan wajah penuh luka dengan kondisi kendaraan rusak parah.

Peristiwa bermula ketika Samsul yang saat itu hendak berangkat menuju toko perlengkapan komputer, melintasi Jalan Raya Tegar Beriman di jalur lambat menuju ke arah Jalan Raya Bogor. Namun nahas, setibanya di depan Kantor DPD PKS pukul 21.45 WIB, korban yang mengendarai motor Honda Vario bernopol F 4803 PT menghantam lubang hingga terjatuh seketika.

 

M.A MURTADHO | ANDINA R.S | AS