Begini Rencana Dedie Rachim Mengatasi Kemacetan dan PKL di Kota Bogor

40 0

BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor Dedie Abdul Rachim mempunyai jurus jitu untuk mengatasi masalah kemacetan dan menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bogor. Dua persoalan utama di Kota Hujan tersebut menjadi program prioritas masa kepemimpinan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto di periode keduanya.

“Kami sedang mengkaji pembangunan moda transportasi massal dalam kota yang akan terintegrasi dengan Light Rail Transit atau Lintas Rel Terpadu (LRT). Insya Alla dimulai pada 2020 nanti. Ada dua pilihan jenis alat transportasi yang disuguhkan, yakni trem dan monorel,” kata Dedie dalam acara Ngopi Ala Wartawan kerjasama PWI Kota Bogor dengan Lembaga Pengamat Kebijakan Publik (LPKP) di Sekretariat PWI Kota Bogor, Kamis (23/5).

Dialog bertema “Mengatasi Kemacetan dan PKL Bukan Hanya Janji” itu dihadiri sejumlah narasumber, yakni Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Hery Cahyono, Pengamat Anggaran Politik dan Direktur Center For Budget Analysis (CBA),Ucok Sky Khadafi, mantan Direktur Utama PD Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Eko Romli dan wartawan senior Pikiran Rakyat, Irwan Natsir.

Menurut mantan direktur pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, pembangunan LRT dan fasilitas penunjangnya merupaan salah satu jurus mengatasi kemacetan di Kota Bogor. Selain itu, Pemkot Bogor juga akan meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait penataan angkotan perkotaan.

“Adanya LRT akan mengefektifkan sistem transportasi, yang terintegrasi dengan Ibukota Jakarta. Penerapan sistem ini mengurangi beban kendaraan pribadi. Untuk itu, kami pun mempersiapkan sarana penunjangnya, diantaraya Park and Ride (gedung parkir),” jelas Dedie.

Adapun terkait dengan penataan PKL, lanjut Wakil Wali Kota, upaya relokasi PKL yang menduduki badan jalan dan trotoar di wilayah Jalan Dewi Sartika, MA Salmun dan Sawo Jajar tak juga berhasil. Padahal jalan tersebut merupakan jalan alternatif untuk mengurai beban lalu lintas di pusat Kota Bogor.

Untuk itu, kata Dedie, Pemkot Bogor  merancang jurus ampuh untuk mengembalikan jalan dan trotoar kepada fungsinya semula. Tahap awal, Dedie akan mencoba membenahi PKL yang berada di pusat Kota Bogor. Misalnya di sekitar pasar di wilayah yang diokupansi oleh PKL, yakni Jalan Ardio dan Jalan Abesin.

“Ada operasi penyelamatan warga Ardio, yang sudah belasan tahun terdzholimi oleh PKL di MA Salmun. Ada 900 kepala keluarga denhgan ribuan warga yang selama ini dirugikan. Keluhan warga Ardio itu kami  dengar langsung. Akses ke pemukiman penduduk sangat sulit, karena PKL mengokupansi jalan,” ungkap Dedie.

Untuk itu ke depan pihaknya akan melakukan relokasi para PKL agar masuk ke dalam pasar. Langkah itu akan dilakukan dengan menggandeng PD PPJ dan memperkuat Satpol PP untuk konsisten ikut melakukan penataan. Upaya tersebut ditunjang dengan rencana revitalisasi enam pasar di Kota Bogor pada tahun 2020.

“Iya yang harus kita selamatkan adalah marwah penduduk Bogor masyarakat Kota Bogor, pengguna jalan, pengguna trotoar yang selama ini dizolimi oleh PKL. Nanti tiga hal ini yang akan kita jadikan satu langkah awal penataan kedepan bekerja sama dengan PD Pasar ini juga harus di perkuat oleh satpol pp supaya penataan ini bisa dengan cepat kosisten dan berkesinanbungan,” jelas dia.

 

ARIE SURBAKTI

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *