ROMANSA

Begini Suasana Pertemuan Ustadz Abdul Somad dengan Habib Rizieq Shihab di Mekkah

19-01-2018 23:12
322 Views

Ustadz Abdul Somad bertemu dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi, Sabtu 30 Desember 2017 | Vivanews

PENCERAMAH kondang asal Pekan Baru, Riau, Ustadz Abdul Somad dikabarkan bertemu imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, di Mekkah, Arab Saudi. Pertemuan itu diselenggarakan di rumah Rizieq di Mekkah pada Sabtu siang, 30 Desember 2017.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kapitra Ampera, pengacara Rizieq Shihab, Abdul Somad memang sedang menunaikan ibadah umrah sejak Jumat 29 Desember 2017. Mereka dan jemaah tampak bercengkerama dan mengobrol tentang berbagai macam topik. “Pertemuan yang diikuti jemaah Rizieq, berlangsung hangat dan gayeng,” kata Kapitra.

Dalam foto yang dikirimkan Kapitra, Rizieq tampak memeluk Somad begitu sang dai tiba di kediamannya. Dalam foto yang lain, sembari berbincang-bincang, Rizieq menggenggam tangan Somad.

Perjumpaan dalam majelis silaturahmi yang berlangsung sekira dua jam itu, menurut Kapitra, ibarat pertemuan sahabat lama. Mereka bahkan saling menyanjung.

Baca juga : Kenapa Ustadz Abdul Somad Dideportasi dari Hong Kong? Ini Penyebabnya

Satu di antara banyak hal yang dibincangkan dalam majelis itu ialah pertanyaan klarifikasi atau tabayun dari Somad kepada Rizieq. Somad menanyakan, apa benar Rizieq anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)? Rizieq, menurut Kapitra, menjawab, “NKRI harga mati bagi umat Islam dan bagi bangsa Indonesia.”

Somad mula-mula menjelaskan maksud dan tujuannya menemui Rizieq, yaitu pertama-tama adalah belajar kepada Rizieq yang disebutnya sebagai “ulama, al mujahid, habibuna Habib Rizieq Shihab”.

Dia menceritakan bahwa ulama-ulama besar Nusantara di masa lampau pergi ke Tanah Suci tak hanya untuk umrah atau berhaji, melainkan sekaligus menuntut ilmu. Dia menyebut sejumlah ulama besar, seperti Syekh Yusuf Al Makassari sampai Syekh Nawawi Al Jawi Al Bantani, yang kemudian mempunyai murid Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama atau NU.

“Maka,” katanya menjawab maksud pertemuannya dengan Rizieq, “kita pun untuk menimba ilmu beliau; ilmu kitabnya.” Selain itu juga belajar pada jemaah Ibnu Suud di Riyadh. “Bukan sekadar alim di depan komputer membuat jurnal, tetapi juga jihad fi sabilillah.”

 

VIVANEWS | AS