SILUET

Dekat dengan Guruh Soekarnoputra, Ini Sosok Sefwelly Ginandjar Djoyodiningrat

19-01-2018 23:15
325 Views

Sefwelly Ginanjar

USIANYA baru 33 tahun. Namanya belum begitu populer di telinga warga Kota Bogor. Sebelumnya tak pernah disebut-sebut dalam bursa kandidat kepala daerah. Banyak pertanyaan kenapa Edgar Suratman memilih Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat sebagai wakilnya di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2018-2023.

Siapa dia ? Kenapa Edgar memilihnya ? berikut ini petikan wawancara khusus jurnalis www.politikabogor.com dengan Sefwelly Ginanjar Djoyodiningrat suami dari Amanda Rebicca Colling Odang di kantornya, Jalan Azimar II, Kota Bogor, Kamis 4 Januari 2018.

Banyak orang bertanya, Anda itu siapa ?

Saya adalah pengusaha di bidang tekstil, penyelengara haji dan umroh serta usaha bidang otomotif. Asli Bogor, karena di sinilah tempat kelahiran saya, tepatnya di RS PMI Kota Bogor tanggal 22 September 1984. Kakek dan nenek asli orang Bogor, begitupun ibu dan bapak saya, keturunan orang Bogor. Masa kecil saya tinggal di lingkungan Marskas Brimob Kedung Halang sampai usia 7 tahun. Lalu pindah ke Cileungsi dan sekolah di SDN 05 Klapa Nunggal. SMP di Cibinong dan lanjut ke SMA PGRI 1 Bogor. Saya melanjutkan kuliah di IKJ, tapi pindah ke Fakultas Hukum Trisakti.

Anda dipilih Pak Edgar Suratman dan mau mendampinginya, kenapa?

Apapun yang kita jalani semua sudah jalan dari Allah SWT. Begitupun kenapa saya bisa bersanding dengan Pak Edgar. Selain itu, ada kesamaan visi dan misi menuju kebaikan atau saya sebut hijrah. Ya, saya hijrah bersama Pak Edgar. Karena saya sedang berusaha menjadi pribadi yang mengaplikasikan segala sesuatu itu karena Allah SWT semata. Tetapi tidak meninggalkan ikhtiar, dan istiqomahnya sebagai manusia.

Apa yang menguatkan anda menjadi wakil Pak Edgar?

Seperti yang tadi dibilang, saya tertarik dengan pribadi kang Edgar. Beliau maju karena niat baik, dengan jargon ngabogor, yang mana arti dari itu amat panjang. Ada juga ngabogor bodas, itu artinya menselaraskan tatanan kehidupan dalam hablum minallah. Artinya segala sesuatu kita hanya berharap pada ridho-Nya. Ada ngabogor hejo, itu korelasi antara kita sebagai makhluk hidup mengkorelasikan dengan lingkungan agar bisa menjaga keseimbangan alam. Dan ngabogor bulao, itu menselaraskan hablum minannas, yang artinya sesama manusia kita harus berlaku adil,bijaksana dan menjadi pribadi yang baik di antara sesama manusia.

Sudah berapa lama terjun di dunia politik?

Sebetulnya saya tidak pernah berpikir akan terjun ke dunia politik praktis. Dulu tahun 2004, saya pernah menjadi tim sukses Mega-Hasyim. Itupun karena arahan dari mentor saya Mas Guruh Soekarnoputra. Saya cukup dekat dengan Mas Guruh. Di organisasi saya pernah aktif di beberapa organisasi, salah satunya Gerakan Sepirit Pancasila sampai tahun 2008. Hingga akhirnya saya memutuskan Fokus di dunia usaha sampai sekarang. Kenapa sekarang saya terlibat kembali di politik ? Ada dorongan dari beberapa rekan,sahabat, komunitas dan umumnya warga Bogor yang ngabogor.

Jika terpilih, apa yang anda lakukan untuk Kota Bogor?

Oke, tadi saya bilang mas Guruh itu mentor saya. Nah selama bersama beliau, saya digembleng dengan intisari pemikiran ayahnya, yaitu Presiden pertama kita Ir. Soekarno. Pak Soekarno itu merubah wajah Indonesia dari negara terjajah menjadi bangsa merdeka, dari kelas ekonomi terjepit, menjadi bangsa berekonomi cukup atau sejahtera. Masih banyak lagi pemikiran beliau yang bisa saya implementasikan untuk membangun Kota Bogor. Apalagi Pak Edgar berpengalaman 32 tahun sebagai birokrat di Kota Bogor. Ia tahu persis akar persoalan dan solusi yang harus dijalankan demi memenuhi harapan warga Kota Bogor menuju perubahan yang lebih baik dan mashlahat bagi umat.

Apa strategi anda dalam mendongkrak suara di pemilihan nanti?

Bukan strategi kalau bisa dibaca orang (Sefwelly tersenyum). Gambaran saja, sebetulnya, jauh sebelum ramai pilwalkot saya sudah aktif turun ke masyarakat dalam berbagai acara sosial, baik yang sifatnya seremonial atau pun acara adat yang di gelar masyarakat, terutama PHBI. Untuk mendongkrak popularitas, selama ini saya selalu menjaga silaturahmi dengan semua rekan,sahabat dan keluarga besar. Ketika ada dorongan saya maju, dengan sendirinya mereka menyatakan mendukung. Mereka semua sudah bergerak setelah saya resmi mendaftar sebagai bakal calon jalur perseorangan ke KPUD. Itu semua tidak saya ekspose di media karena menurut saya popularitas yang sesungguhnya adalah berkarya nyata, menyentuh langsung ke masyarakat dengan atau tanpa media.

Apa benar Anda pernah menjadi aktor?

Iya benar. Tahun 2000an. Saya main film Cinta SMU bersama Nabila Syakieb dan Montir Montir Cantik. Sempat menjadi Cover Boy Majalah Nusantara dan beberapa model iklan. Namun setelah itu saya fokus di dunia bisnis.

Apa alasan Warga Kota Bogor untuk memilih pasangan Edgar-Welly diĀ  Pilwalkot?

Sederhana saja, karena warga Kota Bogor sudah cerdas dan bisa menentukan siapa sosok yang pantas menjadi pemimpin mereka. Karena pemimpin itu wajib memiliki integritas dan kapabelitas. Siap melayani dan menyerap semua aspirasi yang datang dari masyarakat. Tidak elistis karena hanya ada di pusaran atas. Mau bersama sama membangun Kota tercinta ini. Karena hari ini masyarakat merindukan pemimpin yang paham dan cukup paham tentang apa yang sesungguhnya di butuhkan masyarakat, bukan maunya partai politik atau kalangan elite.

 

 

M.A MURTADHO | AS