PANGGUNG

Demi Marwah PDIP dan PKB, Dadang-Sugeng Maju di Pilkada Bogor 2018

19-01-2018 23:07
363 Views

Duet kader PDI Perjuangan, Sugeng Teguh Santoso (kiri) diusung sebagai calon wakil wali kota dan Dadang Danubrata (kanan) sebagai calon wali kota Bogor 2018. Pasangan Dadang-Sugeng didukung poros politik PDIP dan PKB. | Dok. Polbo

BOGOR – Manuver politik Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto masih menyisakan luka bagi sejumlah politikus dan pimpinan partai. Bahkan, Usmar Hariman Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor menyatakan mundur dari jabatannya dan keluar dari partai Bintang Mercy.  Ia kecewa karena DPP Demokrat mendukung  pasangan Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bogor 2018

Langkah berbeda ditunjukan Partai Demokrasi Indoensia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Menjawab kekecewaan terhadap Bima Arya karena merasa dipermainkan, Partai Moncong Putih menyatakan tak gentar melawan calon petahana Bima Arya di panggung pilkada nanti.  PDIP buru-buru merangkul PKB untuk memperkuat dukungan serta memenuhi syarat minimal jumlah kursi untuk pencalonan.

“Koalisi PDIP dengan PKB sudah Final. Kami siap bertarung di Pilwalkot Bogor nanti. Kader marhain di bawah panji bendera merah digabung Nahdlyin di bawah panji bendera hijau, siap berjuang dan memenangkan pertarungan,” kata Dadang Iskandar Danubrata Ketua DPC PDIP Kota Bogor kepada Polbo di Kota Bogor, Senin 8 Januari 2018.

Baca juga : Zainul Mutaqin “Head to Head” dengan Bima Arya Sugiarto?

Adapun Ketua PKB Kota Bogor Heri Firdaus mengatakan poros politik PDIP dan PKB adalah koalisi ideal dan kuat. Kebersamaan dua partai nasionalis  dengan basis pemilih marhaen dan Nahdlyin ini linear dengan koalisi di level nasional. PKB dan PDIP Kota Bogor meyakini bakal mendapat sokongan penuh para elite partai di wilayah maupun nasional.

Bahkan, Heri optimistis jika Presiden Joko Widodo yang merupakan kader PDIP dan tinggal di Istana Bogor akan turun tangan mensukseskan calon kepala daerah dari PDIP dan PKB. Poros merah hijau menyatakan bisa melawan dan menumbangkan pasangan calon petahana Bima Arya-Dedie A Rachim.

“Alasan kami kenapa menandatangani MoU koalisi ini, karena demi eksistensi dan marwah partai. Kami mengusung calon sendiri dan siap menghadapi petahana. Insya Allah Pak Jokowi akan membantu kami. Beliau kan tinggal di Bogor dan kader PDIP,” ungkap Heri Firdaus.

Baca juga : Tunggu Rekom PDI Perjuangan, STS Sowan ke PKB

Sebelumnya, Ketua PKB dan PDIP didampingi pengurus partainya masing-masing melakukan pertemuan di Sekretariat DPC PDIP Kota Bogor, Jalan Ahmad Yani, Bogor. Pertemuan membahas visi-misi dalam membangun Kota Bogor terkait kesepakatan untuk bersama-sama dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Bogor. “Koalisi sudah final. Pasangan calon juga sudah oke,” ujar Ketua DPC PKB Kota Bogor kepada Polbo di kantornya, Senin 8 Januari 2018.

Atty Soemandikarya, Sekretaris DPC PDI perjuangan Kota Bogor menjelaskan, poros PDIP dan PKB menyandingkan Dadang Iskandar Danubrata dengan Sugeng Teguh Santoso sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2018-2023.Duet sesama kader PDIP ini akan di deklarasikan pada  Selasa ini,09 Januari 2018.

“Penetapan pasangan berbarengan dengan agenda Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) PDIP Kota Bogor di Aula Gedung Organisasi Wanita Kota Bogor, Jalan Sudirman,”  kata Atty.

 

 

M.A MURTADHO | AS