BERITA UTAMA

Demokrat Usung Inggrid Kansil, Calon Bupati Birokrat Berguguran, Benarkah?

19-01-2018 22:50
984 Views

Inggrid Kansil politikus Partai Demokrat | Net

CIBINONG – Peta politik menjelang pemilihan bupati dan wakil bupati Bogor atau Pilbup Bogor 2018 begitu dinamis. Koalisi partai dan kesepakatan untuk bersama-sama mengusung pasangan calon kepala daerah berantakan. Sejumlah calon yang disebut-sebut bakal berpasangan mulai pecah kongsi lantaran terjadi perubahan konstalasi politik di level nasional dan provinsi.

Cepatnya berubah irama politik berdampak kepada peluang sejumlah kandidat, baik dari kader partai maupun eksternal,  kalangan politisi atau birokrat di Pemerintahan Kabupaten Bogor. Satu mantan kepala dinas mendaftar ke Partai Gerindra, yaitu Isman Kadar. Kemudian ada empat pejabat aktif mengikuti penjaringan sebagai bakal calon kepala daerah. Tiga orang daftar di Partai Demokrat, mereka  adalah Kepala Dinas Pendidikan, Luthfie Syam, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dace Supriadi dan Camat Jonggol Beben Suhendar.

Baca juga : Tiga Birokrat dan Anak Mantan Bupati Bogor Daftar Calon Kepala Daerah di Demokrat

Adapun Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Asep Ruhiyat tak melanjutkan proses penjaringan di Partai NasDem. Ia dipinang sebagai calon wakil bupati oleh kandidat jalur independen, Ade Wardhana. Pasangan perseorangan ini sudah mendeklarasikan diri di Rumah Sejarah Kantor Bupati Bogor pertama Ipik Gandamana di Malasari, Nanggung pada 27 Nopember 2017. Pasangan AA sudah bersiap mendaftar sebagai pasangan calon ke KPU.

“Asep Ruhiyat walau masih harus memperbaiki syarat dukungan KTP, peluangnya menjadi kontestan Pilbup Bogor 2018 terbuka lebar. Peluang Isman Kadar mendapat rekom sangat tipis. Gerindra akan mengutamakan calon potensial atau kader internalnya,” kata Rahmat Syamsul Anwar, Analis Politik dari Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) kepada Polbo di Bogor, Selasa 2 Januari 208.

Baca juga : Duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018 Itu Skenario Lama

Tiga birokrat yang mendaftar ke Demokrat, alumni Unida Bogor ini mengatakan mereka sudah harus siap-siap tidak mendapat rekomendasi dari partai di pusat. Sebab, tarik ulur di pusaran elite begitu kuat. Apalagi, Demokrat mulai mengkerucutkan koalisi di Pilgub Jabar dengan Partai Golkar. “Kemungkinannya koalisi di pilgub di bawa ke pilbup dan pilwalkot,” ujar Rahmat.

Nah, bocoran yang dirembeskan ke Polbo, kalaupun Golkar jadi berkoalisi dengan Demokrat di Pilbup Bogor, petinggi Demokrat di Jakarta menjodohkan Jaro Ade dengan Inggrid Kansil, anggota DPR RI Fraksi Demokrat. “Iya tadi saya teleponan, mereka bilang Jaro dengan Inggrid,” ujar salah satu ketua partai politik di Kabupaten Bogor melalui sambungan selular kepada Polbo, Selasa malam.

Baca juga : Ini 10 Nama Kandidat Pendamping Jaro Ade di Pilbup Bogor 2018

Menurut politikus senior itu, perubahan konstalasi di Bogor tidak lepas dari peran para pimpinan partai di pusat.  Daerah walaupun sudah menjalankan proses politiknya sejak jauh hari, tidak bisa melawan perintah partai. Makanya, lima hari menjelang dibuka pendaftaran oleh KPU, belum ada kejelasan siapa berpasangan dengan siapa.

“Coba lihat satu atau dua hari ini. Pokoknya banyak kejutan. Bisa jadi ada figur yang tidak ikut penjaringan tapi direkomendasikan,” kata mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor itu.

Ketua Tim Penjaringan DPC Demokrat Kabupaten Bogor, Dede Chandra Sasmita tidak menjawab pesan whatsapp yang dikirim Polbo pada Selasa malam, 2 Januari 2018, terkait kabar Inggrid Kansil disebut-sebut akan disandingan dengan Jaro Ade, bukan satu dari lima kandidat yang ikut penjaringan. Nama Inggrid masuk dalam daftar survei calon wakilnya Jaro Ade.

Demikian juga Luthfie Syam. Ia tidak menjawab pesan whatsapp Polbo sehubungan rekomendasi sebagai calon bupati atau wakil bupati dari Demokrat. Kerabat dekat Luthfie mengaku belum bisa memberi komentar. Ketika ditanya rekomendasi turun ke Inggrid Kansil, Ia membenarkan. “Infonya begitu,” ujarnya via whatsapp.

 

ARIE SURBAKTI | AS