Doni Monardo : Mengungsi Saat Hujan Agar Terhindar Longsor

13 0

Bogor  –   Menyikapi laporan tanah longsor di gunung Salak, Kabupaten Bogor, Kepala BNPB Doni Monardo meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengingatkan masyarakat yang berada di bagian bawah dan di sekitar kawasan agar berhati-hati.

“Jangan sampai kena material longsor. Kalau ada yg berisiko, ambil langkah mengungsi selama musim hujan,” ucapnya, akhir pekan lalu. Dalam keterangannya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tanah longsor di Gunung Salak, Jawa Barat, yang memicu banjir bandang di sejumlah wilayah disebabkan oleh faktor cuaca. Sebab, tak ada temuan terkait penebangan liar.

Tanah longsor yang terjadi di Gunung Salak dipicu, salah satunya, oleh hujan yang sangat lebat dengan angin kencang beberapa hari lalu. Hal itu menyebabkan banjir bandang di sejumlah wilayah.

Dikutip dari siaran persnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, mengatakan hal itu memicu kerusakan di sejumlah wilayah. Misalnya, longsor yang menimpa rumah warga, mushala, jembatan di Kampung Palalangon dan Kampung Loji, Bogor.

Berdasarkan laporan dari Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Salak 1, kata dia, bencana ini diakibatkan oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air dari Sungai Cikedung meluap. Hal itu memicu longsoran di bibir sungai.

Hasil survei hulu Sungai Cikedung dan Cisereh di puncak Gunung Salak-3 juga menyebutkan terdapat longsoran di sepanjang bibir hulu sungai akibat hujan deras itu.

Hal itu berdasarkan pemantauan di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, hingga jalur Sungai Cikedung dari hulu atau puncak Salak 3 sampai hilir (Palalangon).

“Pada pemantauan saat itu Tim Resort Salak-1 dan PSSEJ tidak menemukan adanya bekas penebangan liar. Bencana longsor akibat fenomena alam, kayu yang dibawa air sungai merupakan longsoran sepanjang aliran sungai,” Raditya, dalam keterangan tertulisnya.

Pada saat kejadian, tinggi air sungai di hulu atau puncak Salak 3 cukup tinggi. Air terpecah di lokasi pesawahan dan ladang atau kebun masyarakat. Pada cuaca normal aliran air sungai sangat kecil, dan akan sangat besar pada saat hujan deras atau ekstrem.

Masyarakat pun diimbau waspada dan siap siaga mengingat Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan peringatan dini cuaca, khususnya pada akhir bulan September 2020, ini.

 

 Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *