DPRD Proaktif Jalani Fungsi Hadapi Pandemi Covid-19

AvatarPosted on at 08:02
133 0

Bogor  –  Menyoal tudingan dan keluhan masyarakat  terkait eksistensi dan peran para wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, menghadapi kasus Virus corona (Covid-19) langsung ditanggapi positif oleh Ketua DPRD Kota Bogor, Atang  Trisnanto.

Menurut Atang, “Wajar jika selama ini ada keluhan bahkan kritikan dari warga masyarakat terkait eksistensi kami di dewan, namun, perlu dijelaskan bahwa kami lebih fokus bekerja dari pada berbicara,” ujarnya kepada Politkabogor.com, melalui saluran selulernya, Minggu 5 Maret 2020.

Dijelaskannya,  pihaknya perlu meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Tugas kedewanan maupun penerimaan tamu termasuk aspirasi dari masyarakat tetap berjalan seperti biasanya.

“DPRD sangat proaktif menjalankan fungsi anggaran, kebijakan, maupun pengawasan terhadap penanganan kasus corona di kota Bogor. Banyak hal yang kita sampaikan dalam forkopimda dan menjadi kebijakan gugus tugas covid-19.

Pimpinan dan anggota juga tetap menjalankan tugas dan kewajibannya menyampaikan dan mengadvokasi aspirasi masyarakat ke dinas ataupun pihak terkait.

Disisi lain, menurut Atang, DPRD juga tetap menjalankan fungsi pengawasan atas kinerja Pemkot, terutama khusus penanganan Covid-19. “Saya juga beberapa kali hadir dalam rapat Forkopimda untuk memastikan kebijakan maupun implementasi kebijakan penanganan Covid-19 agar dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. Alhamdulillah, Forkopimda kompak untuk bersama-sama melakukan menghadapi tanggap darurat covid-19 di Kota Bogor,” lanjut Atang.

Selain tugas dan peran utama tersebut, sesuai kesepakatan bersama, para anggota dewan juga tidak tinggal diam melihat kegelisahan dan permasalahan di masyarakat.

Hampir seluruh anggota dewan turun langsung turut melakukan penyemprotan desinfektan, membagikan masker, hand sanitizer. Selain itu, tim anggota maupun masing-masing fraksi juga melakukan aksi tanggap di lapangan seperti pembagian sembako. Membagikan APD untuk tenaga medis, berbagi bahan pokok untuk masyarakat. Dan itu semua dari kantong pribadi, bukan dari APBD. Semoga, dengan kerja sama dari seluruh pihak dan lapisan masyarakat, kita bisa bersama-sama bahu membahu melewati ini semua.

Sementara itu, menyikapi kesiapan anggaran penanganan covid-19 yang akan dilakukan oleh pemerintah kota (Pemkot) Bogor, pihak DPRD mendukung sepenuhnya apapun yang terbaik demi warga masyarakat Kota Bogor.

“Jajaran Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kota Bogor, sangat menyetujui anggaran untuk pelaksanaan siaga Corona ini, bahkan jika perlu ditingkatkan. Saya rasa berapapun biayai untuk penanganan Corona ini, harus kita dukung, asalkan dipergunakan sebagaimana mestinya” tegas Atang.

Menurutnya, hal tersebut sudah  sesuai dengan instruksinya Presiden dimana peristiwa ini, merupakan bencana nasional. Sehingga penanganannyapun harus lebih serius, harus benar benar sempurna dan hingga benar benar tuntas. Untuk anggaran kan bisa saja diambil dari dana Biaya Tak Terduga (BTT) yang memang sudah disiapkan untuk itu, termasuk aliran bantuan dari pusat, pemprov maupun pihak-pihak lain, yang tidak mengikat.

Saat ini DPRD  bersama Pemkot sedang menyusun program bagi warga terdampak ekonomi akibat virus corona ini.  “Intinya, Kesehatan warga masyarakat harus ditempatkan sebagai prioritas diatas kepentingan segalanya,” lanjut Atang, lagi.

Sementara itu menurut dinas sosial, tercatat, ada sekitar 69 ribu warga kurang mampu terdampak wabah Covid-19. Sehingga ke depan, Dinsos berencana untuk menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar untuk mengganti kebutuhan mereka.

Kepala Dinsos Kota Bogor, Anggraeni Iswara menjelaskan, dari total 69 warga miskin tersebut, separuhnya sudah dilakukan intervensi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Intervensi itu kemudian dilakukan lewat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Dan selebihnya sekitar 30 ribu lebih yang akan diintervensi Pemkot Bogor., termasuk juga bantuan dari provinsi. Mereka terdiri dari warga miskin yang tercatat, akan tetapi ada juga warga miskin baru, seperti misalnya ada pedagang yang tidak berjualan lagi, nah itu kita dapat laporannya,” jelas Anggraeni .

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *