SILUET

Edgar Suratman Itu Manusia Biasa Berjiwa Luar Biasa

19-01-2018 23:15
646 Views

Chandra Hidayat

BIROKRAT satu ini satu-satunya bakal calon wali kota Bogor dari jalur perseorangan yang siap tempur di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Bogor tahun 2018.  Dia adalah Edgar Suratman, bekas Asisten Pemerintahan Kota Bogor. Ketua Umum Kerukunan Warga Bogor (KWB) ini menggandeng Sefwelly Ginanjar Djojodiningrat, seorang pengusaha muda yang sukses.

Edgar hanya satu-satunya bakal calon berlatar-belakang birokrat yang tampil di Pilwalkot. Namun, mantan Kepala Dinas Pendidikan ini tidak kerja sendiri. Ia dibantu oleh banyak orang hebat. Misalnya Chandra Hidayat, advokat senior, pengusaha hotel dan tokoh Masyarakat Pecinta Budaya Sunda. Ia tak ragu menjadi garda terdepan di Tim Pemenangan Edgar-Welly. Apa alasannya mendukung pasangan independen itu ? Berikut wawancara jurnalis www.politikabogor.com (polbo), M.A Murtadho dengan Chandra Hidayat di kediamannya, akhir pekan kemarin :

Polbo : Apa yang membuat anda mendukung Edgar Suratman di Pilwalkot 2018 ?

 CH : Sedehrana saja alasannya, karena menurut saya beliau itu manusia biasa, tapi memiliki jiwa yang luar biasa. Itu bisa dibuktikan dari pengalamannya sebagai birokrat. Ia dikenal lurus dan bersih. Sosok yang religius, cinta budaya sunda, dan tentu cerdas. Sulit di zaman sekarang mencari birokrat yang amanah. Figur dan kapasitas kepemimpinannya  akan membawa perubahan ke arah lebih baik untuk Kota Bogor tercinta.

 Polbo : Di tim pemenangan Edgar-Welly, apa tugas anda ?

CH : Karena latar belakang saya adalah advokat, maka saya menjadi penasehat dan tim konsultan kampanye dan konsultan hukum..

Polbo : Anda itu profesional di bidang hukum, di Tim Pemenangan dibayar apa sukarela?

CH : Saya menjadi bagian dari tim Pak Edgar karena panggilan hati. Jadi Insya Allah sukarela, lillahi ta’ala. Karena sosok beliau di mata saya, sangat bernilai, mempunyai sisi kemurnian yang asli sebagai putra Bogor. Dia berkarakter sederhana dan bijak, baik di mata masyarakat. Yang paling saya suka ada harmoni pribadi beliau, yang akan menjadi modal mengharmonisasikan hubungan birokrat, eksekutif dan legislatif.

Polbo : Bagiamana awal perkenalan anda dengan Pak Edgar ?

CH : Saya ini putra sanggar pelataran sunda ma Ageung dan ketua Aliansi Masyarakat pencinta budaya. Ketika mendengar ada tokoh sunda Bogor mau mencalonkan Wali Kota, saya banyak bertanya pada sesepuh Budaya disini, alhamdulillah semuanya ternyata mendukung beliau juga. Jadi karena mau pilkada ini saya kenal dengan beliau.

Polbo : Menurut anda memangnya Pak Edgar ini pantas jadi Wali Kota Bogor ?

CH : Dengan pengalaman sebagai birokrat, kemudian menjadi ketua KWB, aktif dalam kegiatan keagaman, sosial dan budaya, kapasitas keilmuan serta jiwanya sudah teruji. Beliau adalah pribadi baik dan ketika memberi bantuan tidak suka dipublikasikan. Jadi saya yakin dia sangat pantas menjadi pemimpin di Kota Bogor untuk lima tahun ke depan.

Polbo : Sebagai konsultan politiknya, sejauh mana pemetaan kekuatan Pak Edgar di Pilkada nanti ?

 CH : Saya membaca peta politik dan respon masyarakat sungguh luar biasa. Subhanallah ternyata animo masyarakat sangat tinggi untuk mendukung beliau. Apalagi masyarakat juga sudah mulai jengah dengan calon dari partai politik, yang sarat kepentingan. Partai terlalu banyak bermain dagelan. Untuk itu, saya mempunyai keyakinan Pak Edgar akan memenangkan pertarungan nanti. Selain itu, kami sudah terus bergerak ke akar rumput, mulai dari pengumpulan KTP dukungan dan sosialisasi setelah mendaftar ke KPU.  

Polbo : Apa pesan anda untuk warga Kota Bogor ?

CH : Simple saja ya, kalau masyarakat merindukan pemimpin yang baik dan berniat baik bagi daerahnya, dan tidak punya hutang budi serta hutang politik, maka dia akan memimpin seutuhnya untuk kebaikan rakyat. Maka maka saran saya cuma satu, ya pilih pasangan  H. Edgar Suratman dan Sefwelly Ginanjar Djojodiningrat di Pilwalkot 2018 nanti.***