Gawat – Puluhan Santri Positif Terpapar Corona

AvatarPosted on at 05:20
8 0

Bogor  –   Klaster baru dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, terus bertambah. Kini klaster Pondok Pesantren (Ponpes), menjadi salah satu tugas wajib Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, guna memutus rantai penyebaran virus mematikan tersebut.

Tercatat terdapat 86 Santri yang terkonfirmasi positif Corona di tiga Ponpes di Kabupaten Bogor. Yakni, dua Santri dari Ponpes Al-Kaukab, Gunung Putri, tujuh Santri dari Ponpes Umul Quro, Leuwiliang dan 77 orang dari Ponpes Darul Ulum, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Padahal, Bupati Bogor, Ade Yasin mengaku, aktifitas protokol kesehatan Covid-19 di lingkungan ponpes, telah diatur secara lengkap dalam Perbub No.61/2020. Meski begitu, lanjutnya, dalam penerapannya masih ada kelengahan dan kelemahan, salah satunya adanya pengajar yang tinggal diluar lingkungan ponpes dan keluar masuk ponpes setiap hari.

Kendati demikian, adik kandung mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin itu menjelaskan, Pemkab Bogor akan memperketat penerapan protokol kesehatan pada klaster ponpes di Kabupaten Bogor.

“Ini menjadi perhatian kami, akan kami tindak lanjuti dengan membuat satgas pesantren, unsurnya dari pihak pesantren itu sendiri yang akan berkoordinasi dengan satgas tingkat kecamatan dan Puskesmas,” kata Ade Yasin kepada wartawan di Cibinong, Senin 12 Oktober 2020.

Ketua DPW PPP Provinsi Jawa Barat itu menyebut, dari hasil tracking kemungkinan besar santri terpapar dari luar ponpes. Untuk itu, nantinya Satgas ponpes ini mesti didampingi dan berkoordinasi dengan Satgas kecamatan.

Tugas Satgas Pesantren, bebernya, bertugas mengawasi pelaksanaan program kesehatan di pesantren dan melaporkannya ke satgas tingkat kecamatan dan puskesmas. “Jadi seharusnya diserahkan kepada kami, bukan malah ke pondok pesantren penanganaannya. Makannya saat ini kita langsung turun,” imbuhnya.

Kedepan kegiatan di ponpes dibatasi sesuai yang tertuang pada Perbup. “Kalau pesantren itu hanya kegiatan di dalam pesantren saja, tidak boleh di luar. Artinya tidak ada keluar-masuk, bahkan dijenguk keluarga pun tidak boleh, harus ada di dalam. Jadi semua harus menetap di dalam, bahkan tidak boleh berinteraksi dengan masyarakat luar,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu menerangkan, saat ini puluhan Santri yang terkonfirmasi positif positif corona itu sudah ditangani dan menjalani isolasi mandiri di pesantrennya masing-masing dengan pengawasan ketat pihak pesantren, Satgas Covid-19 tingkat kecamatan, dan pihak Puskesmas setempat.

“Yang positif (Santri) diisolasi di pesantren dengan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan. Seperti di Darul Ulum, itu jadi tinggal sendiri di blok (terpisah), isolasi mandiri, tapi diawasi oleh pihak kecamatan dan puskesmas,” tandas Ade.

 

Tim PolBo l  Yudha Prananda

Related Post

Hujan Tak Halangi Demo Mahasiswa

Posted by - 08/10/2020 0
Bogor  –   Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkait penolakan Undang Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja,…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *