SILUET

Hanya Tuhan dan Ibu Mega yang Tahu

17-12-2017 07:59
1320 Views

Sugeng Teguh Santoso, Sang Pembela | net

BERPECI hitam dan berkacamata, itulah ciri khas Sang Pembela, Sugeng Teguh Santoso (STS). Kandidat kuat Walikota Bogor tahun 2018 dari PDI Perjuangan ini selalu tampil sederhana.

Berhembus kabar rekomendasi DPP PDIP akan jatuh ke pangkuannya. Lantas bagaimana tanggapan STS, yang berkarir sebagai advokat dan Sekretaris Peradi Pusat, menyikapi kabar tersebut?.

Berikut ini petikan wawancara khusus wartawan polbo AM. Murtadho dan Sandi Ilham dengan Sugeng Teguh Santoso di kediamannya, Parakan Salak, Kemang, Bogor, Ahad malam, 24 September 2017.

Polbo : Rekomendasi DPP PDIP mengerucut kesiapa ? Kabar terkini bakal turun ke Pak Sugeng ?

STS : Rekomendasi itu kan keputusan mutlak dari DPP. Rahasia itu hanya Tuhan dan Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP) yang tahu. Tapi secara hitung hitungan DPP  mengukur dari lima unsur, yaitu : 1. Profesi, 2. Track record, 3. Survei, 4. hasil profit and tes, 5. Isi tas (finansial). Nah,  dari kelima  unsur itu saya memenuhi 4 unsur, dan saya rasa lebih unggul dari ke 3 calon yg di usungkan DPC dan DPW ke DPP PDIP untuk dapat rekomendasi.

Polbo : Bicara hal terpahit, smisal rekomendasi jatuh ke calon lain, Pak Sugeng mau bagaimana ?

STS : Ya itu urusan nanti. Lagian saya sebagai kader,  sambil nunggu rekomendasi saya kerjakan tugas dari partai.  Menjajaki partai lain untuk penggenapan koalisi agar bisa mengusung. Saya sudah berkomunikasi dengan Hanura dan PKB. Saya intens dengan mereka. Malah saya sudah mendaftar dipenjaringan bakal calon di Hanura dan PKB.


Polbo : Untuk posisi tawar nanti, lebih cenderung ke F1 (walikota) atau F2 (wakil) ?

STS: Kalau F1 sepertinya berat. Kecendrungannya mungkin F2. Tapi sebagai kader PDIP harus fatsun terhadap perintah pusat. Jika harus di F1 berarti harus siap.***