DALIL

Hati-hati Berkicau di Medsos, Contohnya Ahmad Dhani Jadi Tersangka

17-12-2017 08:00
108 Views

Musisi Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian | Tempo.co

 JAKARTA – Mulai sekarang warganet harus lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan sembarangan berkicau. Kalau enggak hati-hati, bisa terjerat hukum pidana. Contohnya musisi kawakan Indonesia, Ahmad Dhani Prasetyo. Pentolan grup Band Dewa 19 ini ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan.

Menurut Kepala Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris besar Iwan Kurniawan, penetapan musisi Ahmad Dhani  sebagai tersangka sudah sesuai proses hukum. Laporan terkait kasus Dhani sudah memenuhi unsur pidana.

“Akhirnya kami tetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata Iwan seperti dikutip dari www.tempo.co,  Selasa, 28 November 2017.

Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan, polisi sudah menemukan dua alat bukti yang kuat. Alat bukti itu cukup untuk menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka dalam kasus ini. Penyidik akan mempertimbangkan terlebih dahulu soal penahanan Dhani. Iwan mengatakan jika penyidik merasa perlu, maka penahanan akan dilakukan.

Begitu halnya dengan pencekalan yang menurut dia dikembalikan lagi kepada kebutuhan penyidikan. “Tapi sejauh ini belum berpikir untuk melakukan penahanan atau pencekalan,” tambah dia.

Musisi Ahmad Dhani akan diperiksa sebagai tersangka kasus ujaran kebencian pada Kamis, 30 November mendatang. Hal tersebut dibenarkan oleh pengacara Dhani, Ali Lubis saat dihubungi Tempo lewat pesan pendek. “Ya, berdasarkan surat panggilan polisi benar,” kata Ali.

Ali mengatakan baru tahu perihal penetapan Dhani sebagai tersangka saat menerima surat panggilan dari polisi pada Kamis pekan lalu. Dalam surat tersebut, Dhani diminta hadir untuk memberikan keterangan sebagai tersangka yang diduga melakukan ujaran kebencian terkait suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) melalui akun media sosial Twitternya, @ahmaddhaniprast.

Namun begitu, Ali mengatakan belum dapat memastikan apakah Dhani akan menghadiri panggilan tersebut atau tidak. “Ya kami lihat nanti,” kata dia. “Pastinya akan dikabari hadir atau tidaknya nanti.”

Ahmad Dhani dilaporkan oleh pendiri Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Network Jack Lapian pada Kamis, 9 Maret 2017. Laporan ini terkait dengan cuitan Dhani di akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, yang dianggap menyebarkan kebencian menjelang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta putaran kedua.

Melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST pada bulan Februari dan Maret silam, Dhani berkali-kali menggunakan frasa ‘penista agama’. Di antaranya, pada 5 Maret 2017, Dhani menulis, “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.” Pada 7 Maret 2017, akun ini pun mengunggah, “Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS?? -ADP.”

Sementara itu, Jack Lapian mengatakan, dari beberapa kicauan yang dijadikan barang bukti laporan kepada polisi, Ahmad Dhani  memang menujukan frasa ‘penista agama’ itu kepada mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Jack mencontohkan kicauan Dhani pada 7 Februari 2017 yang berbunyi, “Yang menistakan agama si Ahok…yang diadili KH. Ma’ruf Amin… -ADP.”

 

TEMPO.CO | ARIE SURBAKTI | AS