Imam Nahrawi : Ada Rp 7 miliar Untuk Urus Kasus di Kejaksaan

AvatarPosted on at 06:16
72 0

Jakarta  –   Nyanyian panas mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi selaku terdakwa, sempat mengagetkan pada sidang perkara suap di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu 18 Maret 2020), malam,.

Kata Imam, ada dugaan aliran uang sekitar Rp7 miliar untuk mengurus kasus di Kejaksaan. Dugaan kucuran uang itu justeru tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kepala Bagian Keuangan KONI, Eny Purnawati, saat menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi di KPK.

Selaku terdakwa, dia mengkonfirmasi ke Eny Purnawati bahwa ada pinjaman uang sekitar Rp7 miliar untuk mengurus kasus di Kejaksaan. “Ibu mengatakan di sini (BAP) saya diberitahu Pak Johnny E Awuy (Bendahara KONI) bahwa ada pinjaman KONI sebesar Rp7 M untuk menyelesaikan kasus di Kejaksaan,” tanya Imam.

Eny langsung menjawab dan membenarkan pernyataannya yang sempat dituangkan dalam BAP tersebut. “Iya,” jawab Eny lantang. Tapi Eny mengaku tidak mengetahui dari mana pinjaman uang tersebut dan untuk menyelesaikan kasus di kejaksaan itu. “Saya tidak tahu saya hanya diinformasi saja, Pak Johnny tak pernah memberitahu,” katanya Eny.

Kemudian Imam juga bertanya soal pemanggilan Eny sebagai saksi oleh kejaksaan. Eny dipanggil oleh Kejaksaan sebanyak dua kali. “Terkait kasus apa?” tanya Imam. “Setau saya bantuan untuk KONI dari Kemenpora tahun 2017,” ujar jawab Eni.

Tak hanya Eny, mantan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy, dan Bendum KONI, Johnny E Awuy juga pernah diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan. Tak puas dengan keterangan Eny, Imam berjanji akan mengupas tuntas soal uang Rp7 miliar itu kepada Wakil Bendahara Umum KONI, Lina Nurhasanah. Lina Nurhasanah sendiri masuk dalam daftar saksi di sidang berikutnya.

Selain soal Rp7 miliar, Imam juga ‘menyanyi’ banyak pengeluaran Kemenpora untuk dana bantuan yang tak dilaporkan kepadanya.”Yang saya ketahui waktu rapat di wapres ada aliran Rp 25 Miliar dan itu diakui juga oleh Pak Tono Suratman tapi ternyata dicairkan Rp 30 Miliar. Berarti cairnya pun tanpa sepengetahuan saya sebagai menteri, karena disitu berlaku tim verifikasi seperti juga di KONI ada tim verifikasi setiap pengeluaran anggaran,” ujar Imam kesal.

Dalam perkara ini Imam Nahrawi didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar bersama dengan Asprinya, Miftahul Ulum untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah KONI. Setidaknya, terdapat dua proposal kegiatan KONI yang menjadi sumber suap Imam Nahrawi.


Tim PolBo  l  Jacky.W

Related Post

KPK Tetapkan Bupati Kukar Jadi Tersangka

Posted by - 26/09/2017 0
  JAKARTA– Satu lagi kepala daerah terpaksa “ngantor” di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Giliran  ditangkap KPK, Senin 25 September…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *