Indonesia VS Virus Corona

81 0

Bagai malaikat pencabut nyawa,  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan virus Corona sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Kurang dari 3 bulan saja total kematian akibat virus corona tersebut telah mencapai lebih dari 3.200 orang dengan jumlah kasus kini mencapai 92 ribu di seluruh dunia.Begitu bahaya nya virus itu, wajar dong jika timbul pertanyaan, bagaimana upaya pencegahan dan penanganannya di negeri kita sendiri.

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sekurangnya 100 rumah sakit di seluruh Indonesia dengan standar pelayanan dan fasilitas internasional sesuai yang di syaratkan WHO untuk menangani kasus ‘Si Jahat’ virus corona itu. Bahkan 2 rumah sakit (RS) Terisolasi khusus terduga terjangkit virus corona di Pulau Sebaru Kecil di Kepulauan Seribu, Jakarta, dan satu lagi RS yang juga sama akan segera dibangun di Pulau Galang, di Kepulauan Riau, sudah disipakan. .

Seluruh pihak terkait, diharuskan mengantisipasi dan menindak lanjuti dengan seksama setiap kemungkinan apalagi jika sudah ditemui adanya suspect terjangkitnya virus itu. Tak kurun, bahkan TNI/Polri, juga dilibatkan khususnya saat harus dilakukan evakuasi terduga yang terjangkit.

Menteri Kesehatan mengatakan, 135 pintu masuk ke Indonesia sudah dijaga selama 24 jam terus menerus. Saat ini seluruh standard operasional prosedur (SOP) sudah dijalankan dengan sesuai. Hal tersebut dibuktikan dengan kesadaran masyarakat untuk segera memeriksakan ke dokter ketika merasakan gejala-gejala yang muncul.

Langkah pencegahan juga dilakukan oleh PT Angkasa PuraI (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Cengkareng di Banten, kemudian I Gusti Ngurah Rai – Bali dan di Adisutjipto Yogyakarta sebagai pintu gerbang kedatangan turis, sudah digelar Posko Waspada.

Seluruh petugas diharuskan memakai masker bahkan sudah pula diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) mulai dari kacamata pelindung (goggles), masker N95, sarung tangan, serta cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menekankan seluruh stakeholder pariwisata di setiap daerah harus memantau arus kedatangan wisatawan mancanegara di pintu masuk kedatangan negara baik dari darat, laut maupun udara. Pola kerja sama dilakukan dengan Dinas Pariwisata, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kantor Karantina Ikan, Kantor Karantina Pertanian, seluruh maskapai dan komunitas bandara lainnya, diharuskan menyelenggarakan posko yang efektif.

Kemudian maskapai nasional yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air, kini sudah dilarang terbang ke Tiongkok untuk sementara waktu. Larangan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti.

Guna memperketat pemeriksaan kesehataan di bandara Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono telah memberlakukan pengecekan kesehatan secara masif kepada setiap penumpang dengan menggunakan thermal scanner.

Disisi lain, Kementerian Luar Negeri juga telah menerbitkan ‘travel advice’ atau imbauan perjalanan bagi WNI ke China. Untuk market pariwisata, walau dari China cukup besar namun kini beralih dari Amerika Serikat, Australia, Eropa, New Zealand, dan lainnya,

Di Bandara Soekarno-Hatta, menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Anas Maruf, pihaknya telah menyediakan satu alat evakuasi berupa kapsul, yang berperan vital untuk mengevakuasi orang yang dicurigai terinfeksi virus corona, karena mampu melindungi seseorang agar tidak banyak melakukan kontak karena  dilengkapi dengan alat canggih, filter dan ultraviolet serta tekanan negatif untuk membasmi virus.

Selain udara, di moda transportasi darat mulai dari kereta hingga bus juga menjadi fokus pencegahan virus corona. Akan ada pemasangan thermal scan/alat pengukur suhu tubuh yang akan dipasang di stasiun kereta dan terminal bus. Khusus terkait kereta api, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kementerian Perhubungan, telah menginstruksikan PT KAI untuk untuk menyediakan cairan disinfektan di setiap gerbong kereta.

Semua daerah juga telah mempersiapkan RS dan kamar isolasi untuk pasien yang terduga terjangkit virus corona itu. Rumah sakit umum daerah (RSUD), RS Swasta, Puskesmas hingga dokter praktek sekalipun, seolah sigap apabila menemukan kasus terjangkitnya pasien terhadap virus tersebut.

Pada bagian penindakan yang memanfaatkan isu virus corona, jajaran polisi sudah melakukan operasi dan penangkapan terhadap mereka yang sengaja menimbun masker dan hand sanitizer/pembersih tangan.

Polda Jawa Tengah, menangkap penimbun masker dan hand sanitizer di Kota Semarang, 8 dus masker serta 2 plastik besar yang sama isinya, disita. Di Kepri, Ditreskrimsus nya menggerebek salah satu gudang penimbun masker di Komplek Inti Batam Bussines Industrial Park, Kota Batam, dengan menyita masker N95 merek Jackson sebanyak 4.800 pcs; masker N95 merek 3M 1.080 pcs; masker Drager sebanyak 1.200 pcs; dan Masker Actived Carbon Mask sebanyak 32.000 pcs. Sedangkan hand sanitizer merek Jhonson sebanyak 1.800 botol kemasan 2 liter.

Di Jakarta, Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Metro Tanjung Duren menggerebek sebuah kamar apartemen yang dipakai tempat penimbunan masker sebanyak 350 kardus. Sementara, penggerebekan lainnya dilakukan di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, dengan barang bukti 180 karton berisi 360.000 masker merek Remedi dan 107 karton berisi 214.000 masker merek Volca dan Well-best.

Begitu juga, polisi menggerebek gudang penimbunan dan produksi masker ilegal di pergudangan Central Cakung, Cilincing, Jakarta Utara. Dari situ, polisi mengamankan 10 orang dan mengamankan 600 kardus berisi 30.000 masker siap edar.

Tak hanya sampai disitu, walau tidak diinginkan pihak manapun, apabila terjadi merebaknya virus corona itu di Indonesia, menteri keuangan Sri Mulyani bahkan sudah menyatakan akan menambah anggaran kepada kementrian kesehatan agar antisipasi dan penanganan nya benar-benar efektif hingga tuntas.   (JW)

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *