Informasi Penanganan Covid-19 Harus Sampai Ke Masyarakat

AvatarPosted on at 08:15
60 0

Bogor  –   Segala kebijakan, protokoler, standard operation procedur (SOP) yang dicanangkan pemerintah kota (Pemkot) Bogor, termasuk bantuan kesehatan dan sosialnya dalam penanganan virus corona, harus dapat menyentuh hingga ke seluruh warga masyarakat Kota Bogor. Pasalnya, masih banyak warga yang belum mengetahui kemana dan bagaimana apabila ditemukan adanya warga yang sakit di lingkungan nya yang merasa khawatir jika itu tergolong sebagai dampak dari virus corona (Covid-19)

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Tresnanto, dalam keterangannya menyikapi laporan realisasi upaya dan rencana Pemkot Bogor selanjutnya, dalam penanganan kasus virus corona tersebut, berharap agar segala kebijakan, peraturan, protokol, dan upaya-upaya termasuk bantuan dalam menangani corona itu harus sampai hingga ke warga masyarakat di tingkat RT.

Dalam rapat bersama badan musyawarah (Bamus) DPRD dengan Pemkot Bogor, yang digelar Selasa 7 Maret 2020, kemarin di Gedung DPRD, Jalan Pemuda, Kota Bogor, secara umum, Atang menyampaikan apresiasi tinggi dari seluruh jajaran DRPD kepada Pemkot Bogor, atas segala upaya yang telah dilakukan sejak awal pandemi virus tersebut menyentuh kota Bogor. “DPRD mengapresiasi seluruh jajaran pemkot yang telah dan akan selalu berjibaku memerangi penyebaran virus corona itu,” ujar politisi PKS tersebut.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rahim, menyampaikan dalam rapat tersebut, upaya-upaya yang telah dilakukan termasuk rencana pemkot Bogor ke depannya, dalam memerangi penyebaran virus ganas tersebut. “Intinya, kondisi darurat ini harus ditangani ekstra serius oleh seluruh pihak,” ujar Dedie.

Berdasar keterangan, prioritas yang dilakukan yakni terhadap penanganan kesehatan dari seluruh warga masyarakat baik yang berstatus OPD (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan). “Berbagai fasilitas terus disiapkan dan dipenuhi kebutuhannya, mulai dari alat perlindungan diri (APD) bagi tim medis yang menangani pandemi virus ini, rumah sakit-rumah sakit, puskesmas dan tempat-tempat penampungan sementara bagi warga yang terdampak.

Sementara koordinasi di segala lini, mulai tingkat pimpinan daerah, para ahli, hingga aparat dibawah di tingkat RW, senantiasa dilakukan, sehingga segala kemungkinan terjadinya situasi yang tidak diharapkan sesuai protokoler yang berlaku, sudah dapat     diantisipasi.

Terkait rencana PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Wakil Wali Kota Bogor, Dedie, menyatakan telah mempersiapkan kajian-kajian serta memperhitungkan urgensi sebelum berencana mengajukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tersebut kepada Menteri Kesehatan (Menkes) untuk menanggulangi dan menekan penularan virus corona atau Covid-19 di wilayahnya.

Menurut Dedie, pemkot mengklarifikasi penggunaan istilah PSBB  yang berbeda dengan PSBB seperti yang diatur lewat PP 21/2020. “Kita cenderung membentuk RW Siaga memberlakukannya, dalam mengantisipasi merebaknya virus corona tersebut.

 

Tim PolBo  l  Jacky WIjaya

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *