ROMANSA

Jembatan Cipamingkis Jadi Kado Akhir Tahun Warga Jonggol

19-01-2018 23:12
285 Views

Peiabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor saat acara pembukaan jembatan Cipamingkis, Jonggol, Rabu | Herry Setiawan

WARGA Jonggol mendapat kado manis di musim liburan Natal dan tahun baru  2017. Ya, itu setelah pemerintah membuka kembali arus lalulintas yang melalui jembatan Cipamingkis di Jalan Transyogi Cibubur-Cianjur. Jembatan penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur ini sempat rubuh pada 13 April 2017 lalu.

“Perbaikan jembatan sepanjang 100 meter ini memakan waktu optimal selama 4 bulan di luar waktu perencanaan dan pengamatan fisik jembatan yang perlu waktu selama 3 bulan,” Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Guntoro usai menekan tombol pembukaan jembatan di Kampung Jagaita, Jonggol, Kabupaten Bogor, Rabu, 20 Desember 2017.

Guntoro menjelaskan dirinya sempat khawatir jembatan ini tak selesai diperbaiki di tahun ini, namun dirinya bersyukur ternyata kontraktor pekerjaan jembatan mampu bekerja optimal dan selesai lebih cepat pada 15 Desember dari jadwal selesai pekerjaan pada 24 Desember. “Jadi seminggu lebih cepat dari jadwal. Ini sungguh luar biasa alhamdulilah.”

Kepala Balai Pengelolaan Jalan wilayah pelayanan 1 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Yongga Bhakti mengatakan, pengamatan terhadap kondisi jembatan setelah rubuh perlu waktu karena ternyata amblasnya pondasi terus berlangsung selama 1,5 dari 1,5 meter hingga 4 meter.

“Setelah kami yakini tidak lagi amblas kami merencanakan jembatan ini bisa diperbaiki dan sesuai target harus tuntas tahun ini juga. Alhamdulilah tuntas lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan,” kata Yongga.

Yongga menambahkan, jembatan ini tuntas dengan bantuan hibah rangka baja senilai 4,3 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum.

“Rangka baja ini bentuknya hibah dari Kementerian PU dan alhamdulilah proses hibahnya cepat karena memang pemerintah pusat sangat perhatian terhadap jembatan ini,” tandasnya.

Pelaksana pekerjaan jembatan PT Tri Manunggal Karya Tb Nasrul Ibnu HR mengatakan, kesulitan pelaksanaan perbaikan jembatan ini adalah saat menggeser balok beton lama yang patah untuk dibuang dan pengeboran pondasi berupa kolom portal beton yang kedalamannya mencapai 11 meter dengan ketinggian mencapai 16 meter.

“Kondisi sungai yang lebar dengan morfologi sungai yang tiba-tiba deras dan kering membuat kami harus optimal memanfaatkan waktu yang ada,” kata Tb Nasrul.

Jembatan yang sudah diresmikan ini juga telah dilengkapi rambu lalin dan guardil jembatan sebagai fasilitas keamanan dan kenyamanan.

 

HERRY SETIAWAN | AS