DALIL

Karena Biong Tanah Culas, Belasan Warga Jasinga Meradang

19-01-2018 23:01
362 Views

jelas Anggi Triana Ismail, Direktur Sembilan Bintang & Partner’s Law Office saat menerima surat kuasa dari 18 warga korban biong culas | Istimewa

JASINGA –  Hati-hati terhadap permainan oknum biong (makelar) tanah. Jika tidak, maka seperti nasib warga Kampung Barangbang RT. 004, RW. 005, Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.  Tercatat sebanyak 18 warga terancam kehilangan tanah hak miliknya dan menderita kerugian yang ditaksir mencapai Rp 2 miliar.

“Warga diduga sudah ditipu oleh biong tanah berinisial Kh. Pada pertengahan tahun 2016, oknum biong ini telah mengumpulkan surat tanah berupa SHM milik 18 warga. Tanah tersebut akan dijual ke pengusaha,” jelas Anggi Triana Ismail, Direktur Sembilan Bintang  & Partner’s Law Office dalam siaran pers kepada polbo, jum’at 8 Desember 2017

Persoalannya, lanjut Anggi, selama proses jual beli tersebut Kh tidak pernah mempertemukan 18 warga kepada pembeli, yang diinformasikan seorang pengusaha kaya. Ketika warga menanyakan pembayaran tanah, Kh selalu beralasan dalam proses

“Selama satu tahun ini Kh mengklaim bahwa jual beli masih dalam proses. Jika merujuk pada logika hukum jual beli, sangatlah tidak masuk akal,” Anggi menjelaskan. “Terindikasi kuat adanya tindakan kejahatan penipuan atau penggelapan sesuai Pasal 378 atau 372 KUHP.”

Menurut Anggi, Lembaga Hukum Sembilan Bintang & Partner’s LAW Office akan mengadvokasi warga yang menjadi korban perbuatan culas oknum biong tanah tersebut. Sebab, warga sangat mengharapkan mendapatkan uang dari transaksi jual-beli tanahnya itu.

“Kami akan memperjuangkan dan membela keadilan bagi 18 warga korban permainan biong tanah itu. Sudah terlalu lama, setahun lebih warga diperlakukan tidak adil. Kasihan mereka karena sangat berharap banyak atas tanahnya tersebut,” kata Anggi.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini, warga akan melaporkan kejadian dugaan penipuan dan penggelapan tanahnya kepada Polda Jabar. “Karena kerugian yang diderita warga mencapai Rp 2 miliar lebih.”

 

 

ANDINA R.S | AS