Kenaikan Tagihan Listrik Akibat Pemakaian Pelanggan

AvatarPosted on at 19:57
60 0

Bogor  –   Keluhan warga masyarakat di Kota Bogor terkait melonjaknya tagihan listrik pada bulan terakhir di masa merebaknya pandemi virus corona (Covid-19) di jawab santai oleh pihak perusahaan listrik plat merah PT PLN (Persero). Dijelaskan, tingginya tagihan tersebut, sebagai akibat dari pemakaian listrik oleh pelanggan yang secara tidak langsung tidak dirasakan mereka akibat semua harus dilakukan #dirumahsaja.

Dalam kesempatan talk show dengan ‘’Bogor24Update” di markas PWI Kota Bogor Jl. Kesehatan, Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis 11 Juni 2020, petang, manajer PLN Area 3 Bogor, Gunawan menjelaskan bahwa, sejak 2017 PLN tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL).

Terkait melonjaknya tagihan listrik para pelanggan, menurut Gunawan akibat pemakaian listrik yang tidak dirasakan secara langsung oleh pelanggan sendiri. “Masyarakat selaku pelanggan mungkin tidak merasa bahwa pemakaian listrik di rumah nya itu, meningkat akibat seluruh kegiatan dilakukan di rumah,” jelas Gunawan.

Sementara itu, berbagai kebijakan sesuai anjuran pemerintah, pihak PLN selaku operator telah melakukan upaya-upaya kebijakan agar para pelanggan tidak terlalu dibebankan dengan tagihan listriknya sendiri. Ada pelanggan yang diberi diskon hingga 50 % bahkan ada yang di gratiskan,

“Seperti contoh, kemungkinan akibat semua kegiatan yang dilakukan di rumah, termasuk anak-anak sekolah, sehingga pemakaian listriknya meningkat. Sementara itu, diakui bahwa selama 2 bulan terakhir petugas PLN tidak melakukan pancatatan di rumah pelanggan,”diakui Gunawan.

“Nah apabila ada selisih pemakaian yang membengkak, kami juga bijak dengan tidak langsung memasukan jumlahnya, tapi secara system hal kenaikan itu dimasukan dalam tagihan yang dibagi dalam 3 bulan tagihan berikutnya. Contoh terdapat kelebihan pemakaian sebesar Rp 50.000 dari tagihan pelanggan, maka system memasukan kelebihan itu dalam 3 bulan tagihan, artinya kelebihan Rp 50 ribu itu secara system dibagi 3 bulan, yang setiap bulannya kira-kira Rp 16 ribu saja,” jelas Gunawan.

Sebelumnya banyak keluhan ke redaksi, seperti diutarakan salah satunya oleh Yogi lewat medsosnya yang menyatakan bahwa lonjakan tagihan itu sangat memberatkan dirinya termasuk warga masyarakat lainnya.

Senada dengan itu, hal keluhan juga datang dari Diana, warga Bogor yang mengatakan seyogyanya PLN juga memberikan kebijakan-kebijakan kepada masyarakat di tengah merebaknya virus corona. “Banyak dari warga yang di rumahkan bahkan di PHK, sehingga pendapatannya berkurang, tapi di satu sisi tagihan listerik justeru membengkak, keluhnya.

Dalam keterangan akhirnya, Gunawan juga mempersilahkan warga masyarakat untuk mengajukan keluhannya langsung ke pihak PLN. “Kami senantiasa melayani warga masyarakat yang notabene adalah pelanggan kami, setiap saat,” harapnya.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *