BERITA UTAMA

Kenapa Ustadz Abdul Somad Dideportasi dari Hong Kong? Ini Penyebabnya

19-01-2018 22:56
818 Views

Ustadz Abdul Somad | Net

JAKARTA – Jarum jam menunjukan pukul 15.00. Saat itu, Sabtu, 24 Desember 2017, penceramah kondang asal Pekanbaru, Riau, Ustadz Abdul Somad baru keluar dari pintu pesawat. Beberapa orang tidak berseragam langsung menghadang, lalu secara terpisah menariknya bersama dua asisten, Dayat dan Nawir. Tanpa penjelasan, dia ditolak masuk Hong Kong serta dikembalikan ke Jakarta pukul 16.00.

“Saya sampai di Hong Kong pukul 15.00, jam tangan belum saya ubah,” ungkap Ustadz Somad menceritakan pengalamannya melalui akun Instagram miliknya @ustadzabdulsomad tertanggal 24 Desember 2017. Penceramah yang suaranya menggelegar ini datang ke Hong Kong untuk memenuhi undangan pengajian warga Indonesia di sana.

Ustadz Somad mengatakan, petugas bandara kemudian memeriksa identitasnya dan rombongan. Dosen Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim diminta membuka dompet dan membuka semua kartu di dompetnya. Yang paling lama adalah ketika dia ditanyai soal kartu nama Rabithah Alawiyah (Ikatan Habaib). Dia pun menjelaskannya. “Saya menduga mereka tertelan isu terorisme karena ada logo bintang dan tulisan Arab,” katanya.

Petugas Imigrasi juga menanyainya mengenai identitas, pendidikan, pekerjaan, dan keterkaitan dengan partai politik. “Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim, lengkap dengan latar belakang pendidikan saya,” tutur Somad.

Setelah diperiksa lebih-kurang 30 menit, petugas Imigrasi Hong Kong menjelaskan, negara mereka tidak dapat menerima Somad tanpa alasan yang jelas. “Itu saja, tanpa alasan,” ucap dia. Mereka langsung mengantar Somad ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 ke Jakarta.

Somad meminta maaf karena tidak dapat memenuhi undangan para tenaga kerja Indonesia. “Kepada sahabat-sahabat panitia, jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan dakwah. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hong Kong,” katanya.

Nama Abdul Somad disebut-sebut belakangan ini berkat video ceramahnya yang beredar luas di media sosial. Kajian-kajiannya tajam dan menarik sehingga membuat banyak orang suka dengan ceramahnya. Penyampaiannya lugas dan sederhana sehingga mudah dicerna para pendengar. Tak jarang pula topik ceramah yang disertai guyonan segar itu viral.

Penolakan terhadap dosen lulusan Dar Al-Hadits Al-Hassania Institute, Kerajaan Maroko, itu sebenarnya bukan kali pertama. Beberapa waktu lalu, dosen Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau ini juga ditolak organisasi kemasyarakatan di Bali lantaran tudingan tidak cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ustadz Somad berkali-kali membantah isu yang selalu dituduhkan kepadanya. “Saya mendapat beasiswa di Al Azhar, Mesir, setelah lulus Pancasila dan P4,” ujarnya.

 

 

ARIE SURBAKTI | TEMPO.CO |AS