Maruarara Sirait : Pakaian Berdasi di Ruang Ber-AC Lebih Banyak Godaan

AvatarPosted on at 05:32
43 0

JAKARTA– Milenial Fest di  Theater Jakarta dihadiri sejumlah tokoh muda nasional, diantaranya politisi PDI Perjuangan, Maruarara Sirait. Anggota DPR RI yang kini mencalonkan dari Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini menjadi narasumber bersama politisi PAN Faldo Maldini dan politisi PSI Tsamara Amany.

Acara itu digagas Aktivis Milenial yang dihadiri ribuan peserta yang berasal dari para Ketua OSIS se-Jakarta dan aktivis mahasiswa dari Kelompok Cipayung.

Ara mengatakan bahwa ia sangat bangga dengan aktivis yang kritis dengan memegang teguh idealisme saat di jalanan. Namun tentu saja, ketika aktivis tersebut masuk ke dunia politik, masuk ke parlemen atau dunia profesionalisme lain, maka idealisme tersebut harus terus dijaga

Baca juga : Dongkrak Suara PDIP dan Jokowi, Maruar Sirait Caleg Dapil Jabar 3

“Karena memegang teguh idealisme di ruangan ber-AC dengan pakaian berdasi, tak lebih mudah dibanding memegang teguh idealisme di jalanan. Akan banyak godaan, dan ketika tahan godaan baik di jalanan atau di ruang ber-AC baru itu bagus,” kata Maruarar, yang disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Politisi PDI Perjuangan sudah 15 tahun menjadi anggota DPR. Tiga periode menjabat sebagai anggota DPR, Maruarar masuk ke parlemen pertama kalinya pada usia 34 tahun pada tahun 2004.

“Di periode pertama, perolehan suara saya 30 ribu. Di periode kedua, 100 ribu, Dan di periode ketiga 130 ribu. Artinya, kalau kita bisa jaga kepercayaan rakyat, maka kita akan dipercaya oleh rakyat,” kata Maruarar Sirait

Kepada anak-anak muda, Maruarar berpesan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan tersebut juga harus diutamakan dan didahulukuna ketika masuk ke galanggang politik.

“Kita tak boleh lagi main dengan isu SARA, suku, agama, dan ras,” ungkap Maruarar

Di depan ribuan peserta, Maruarar juga mengatakan bahwa ia pernah ditanya oleh KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kenapa bisa mendapat suara terbesar di daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang, yang 99 persen beragama Islam dan 95 persen bersuku Sunda. Sementara Maruarar Sirait sendiri berasal dari Batak dan beragama Kristen.

Simak juga : Seperti Ini Ikhtiar Maruarara Sirait untuk Bobotoh Persib di Bogor

“Saya jawab, ‘Gus, saya temukan Islam yang bersahabat, terbuka, dan cinta perdamaian. Dan akhirnya saya terpilih’. Saya sampaikan apa adanya. Saya 15 tahun di sana. Ratusan kali saya masuk mushola, mesjid, Islamic Center, di mana saya rasa aman dan nyaman,” jelas Maruarar, yang langsung disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Maruarar, yang kini menjadi Caleg dari Dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini mengajak anak-anak muda yang masuk ke politik untuk mengambil ruang yang menantang. Bukan ruang yang nyaman dengan terus menerus mencari posisi aman.

“Saya kini di Cianjur dan Bogor. Dengan nomor urut terakhir, ini tantangan baru bagi saya,” demikian Maruara.

 

MA. MURTADHO | AS

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *