Minim Pos Pemeriksaan Tingkatkan Warga Tercemar Covid-19

56 0

Bogor  –  Mencermati penambahan kasus tercemarnya Covid-19 belakangan ini, disikapi pihak DPRD Kota Bogor. Minimnya Pos Pemeriksaan, cenderung akan meningkat lagi pencemaran terjangkitnya virus tersebut. Diharapkan perlu strategi  khusus untuk menekan laju penambahan konfirmasi positif dan memutus rantai penularan covid19.

Kepada PolitikaBogor.com Ketua fraksi Golkar di DPRD Kota Bogor, M Rusli Prihatefi menyayangkan minimnya pos pemeriksaan terhadap indikasi warga yang tercemar sehingga akan berdampak terhadap penyebaran virus yang sangat memprihatinkan itu.

“Minimnya pos pemeriksaan terhadap masyarakat khususnya di tempat-tempat ramai pengunjung, kita yakinkan akan berdampak terhadap semakin meningkatnya penyebaran virus tersebut. Selama ini sudah mulai landai, tapi kewaspadaan harus terus di tingkatkan agar tidak ada lagi warga yang terjangkit,” ujar Rusli.

Dikatakannya, Masyarakat itu, jangan hanya dihimbau untuk memakai masker, sering mencuci tangan dan tidak berkumpul, tapi tindakan pemeriksaan baik terhadap sisi kesehatannya juga harus dilakukan penyekatan melalui adanya pos pemeriksaan, di seluruh tempat yang terindikasi ramai dikunjungi orang,” lanjut politisi Golkar itu.

Disisi lain dikatakan Rusli, perlu di sosialisasikan juga obat apa saja yang dapat menghalau orang dari virus Covid-19 itu. “Kan banyak yang sembuh saat dirawat. Nah himbau warga masyarakat Kota Bogor untuk menggunakan obat itu, apabila mereka mengindikasi tertular virus tersebut,” lanjutnya.

KadinKes Pemkot Bogor dr Sri Nowo Retno

Sementara itu, menyikapi adanya peningkatan jumlah warga yang tercemar virus tersebut, dikatakan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor dr. Sri Nowo Retno, bahwa kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan, masih belum optimal.

“Sudah selalu dihimbau melalui berbagai media dan pemberitahuan agar masyarakat wajib memakai masker kalau keluar rumah, menjaga jarak atau physical distancing, hindari kerumunan, dan selalu cuci tangan pakai air dan sabun atau hand sanitizer, agar mereka terhindar dari virus itu. Dan apabila ada yang positif harus cepat dilaporkan agar kita isolasi sehingga tidak menularkan ke orang lain,” lanjut dr. Retno.

Selain itu, menurut dr Retno yang juga Kadis Kesehatan Pemkot Bogor, penguatan RT dan RW Siaga covid19. harus lebih gencar lagi di sosialisasikan dan di edukasi ke masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru (AKB), terutama tentang penerapan protokol kesehatannya.

Hingga akhir pekan Sabtu 13 Juni 2020 lalu, jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit tetap 59 kasus. Sedangkan, pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Bogor dalam dua hari terakhir jumlahnya tetap 51 pasien, serta orang dalam pemantauan (ODP) dalam dua hari terakhir jumlahnya juga tetap 160 orang.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

Related Post

Kebijakan Pemkot Bogor Kurangi PBB

Posted by - 23/04/2020 0
Bogor.-  Pemerintah Kota Bogor berkomitmen akan terus menyesuaikan dan melaksanakan kebijakan Pemerintah Pusat terhadap situasi yang diberlakukan pasca pemberlakukan Pembatasan…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *