Para Purnawirawan, Janda dan Keluarga TNI di Bogor Minta Bantuan Presiden Jokowi

30 0

BOGOR-Kasus pengusiran para purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI), janda TNI dan keluarga TNI dari rumah tinggalnya kerap terjadi. Peristiwa teranyar, pengosongan paksa delapan rumah di Komplek Teplan Jl. Kolonel Enjo Martadisastra, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor pada 26 Juli 2018 lalu.

Pengosongan rumah oleh petugas Kodim 0606 dan Korem 061 Surya Kencana Bogor membuat sebanyak 28 kepala keluarga terancam kehilangan tempat tinggal. Padahal, warga Teplan yang dipaksa meninggalkan rumah itu terdiri dari pensiunan TNI, janda TNI dan keluarga TNI.

“Berdasarkan prinsip-prinsip hukum, warga Teplan memiliki hak mendapatkan pembelaan hukum. Karenanya LBH Keadilan Bogor Raya meminta Danrem dan Dandim memulihkan hak-hak warga yang rumahnya dikosongkan,” tegas Sugeng Teguh Santoso SH, Koordinator Tim Pembela warga Teplan dari LBH Keadilan Bogor Raya dalam siaran pers yang diterima Polbo Rabu, 8 Agustus 2018.

Kordinator Tim Pembela yang biasa dipanggil STS ini meminta Danrem dan Dandim mengembalikan hak warga Teplan kembali ke rumahnya. Selain itu, LBH KBR berharap tidak ada upaya pengosongan rumah lainnya sampai ada pembicaraan dan penyelesaian yang adil antara warga dengan pihak Korem dan Kodim.

“Warga pengadu menyatakan belum semuanya mendapat penggantian yang layak. Walau sudah ada warga yang menerima pemberian uang sewa rumah sebesr Rp 9 juta. Selain itu, beberapa warga menjadi korban kekerasan petugas saat dilakukan pengosongan rumah. Salah satunya Andreas  Gorisa Sembiring, Kordinator Forjaga. Dia luka pada mulut bagian dalam dan perlu dijahit,” ungkap STS.

Kepada STS warga menceritakan, sudah menempati rumah di Komplek Teplan ada yang sejak tahun 1967 dan 1984. Para penghuni rumah dinas tersebut adalah keluarga TNI AD. Bahkan, sebagian warga yang ikut mengadu ke LBH KBR terdiri dari janda TNI, anak-anak dari anggota TNI.

Menurut Koordinator Tim Pembela, atas pengosongan rumah di Komplek Teplan menunjukan faktwa bahwa para pensiunan, janda dan keluarga TNI belum mendapatkan hak hidup layak. Padahal, mereka selama hidupnya mengabdi untuk negara. Untuk itu, STS meminta Presiden Joko Widodo selaku warga Kota Bogor untuk turun tangan membantu para purnawirawan, janda dan keluarga TNI mendapatkan kehidupan dan pemukiman yang layak.

“Kami juga meminta Wali Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor memperhatikan nasib warganya, jangan hanya diam. Warga meperjuangkan aspirasi warga atas hak pemukiman yang layak,” pungkas STS.

 

ARIE SURBAKTI | AS

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *