Pasca Berakhirnya PSBB Kota Bogor Buat Skema Baru

13 0

Bogor  –  Masa berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor pada 29 Mei 2020 nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan berencana  memberlakukan skema baru pengganti PSBB tersebut. Skema pemberlakuan dimaksud menurut Wakil Wali kota Bogor Dedie A Rachim sedang dibahas skema nya mulai Kamis 21 Mei 2020 kemarin dengan melibatkan seluruh pakar dan orang-orang yang ahli di bidangnya terkait pandemi virus corona (Covid-19) tersebut.

“Ya mulai besok itu akan ada focus group disscussion (FGD). Forum tersebut akan dilakukan dengan mengundang beberapa prominent person. (FGD) dimaksud untuk membahas kelanjutan PSBB Bogor atau inovasi atau bentuk baru yang nantinya, kalau ya, kalaupun harus menggantikan model PSBB, nantinya seperti apa,” kata Dedie kepada wartawan.

Dia menjelaskan FGD ini dilakukan karena status masa darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona (COVID-19) secara nasional akan berakhir pada 29 Mei. Sementara PSBB Kota Bogor berakhir pada 26 Mei. “Kan status kebencanaan nasional Corona ini kan 29 Mei ya, kalau diperpanjang dari 26, 14 hari lagi kan terlalu jauh dari status kebencanaan nasional. Jadi kita akan menunggu dulu status Nasionalnya, dan untuk Kota Bogor keputusannya baru akan diambil setelah hasil diadakannya FGD dengan para prominent person,” tuturnya.

“Patokan Kota Bogor adalah mengacu kepada status kebencanaan nasional sampai dengan 29 Mei. Kecuali nanti pemerintah pusat merubah, memperpanjang atau bagaimana. Karena kan kita harus ada dasarnya dulu kan. Masa kita sendiri (memperpanjang PSBB),” lanjut Dedie. Dedie mengungkapkan FGD ini akan dilakukan Kamis dan kemungkinan dilanjutkan di Balai Kota Bogor. Dijelaskan Pemkot Bogor akan mengundang orang-orang yang ahli dibidangnya dalam FGD tersebut.

“Prominent person itu melibatkan para ahli seperti rektor, ada ahli kesehatan, ada perwakilan komunitas dari masyarakat, ada pengusaha, dan lain-lain. Pokoknya macam-macam lah, terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi dan lain-lain,” kata Dedie selaku Ketua Gugus Penanganan Virus Corona di Kota Bogor. “Namun, apapun hasilnya nanti, kami berharap warga masyarakat Kota Bogor tetap harus menjaga kesehatan dan melindungi diri dengan menggunakan masker saat keluar rumah, mencucui tangan, menjaga jarak serta semua sebaiknya dilakukan di rumah saja,” harapnya.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

 

Related Post

Larangan Mudik Melanggar HAM

Posted by - 27/04/2020 0
Jakarta  –   Benar juga kata pepatah bahwa, tidak semua niatan baik berbuah kebaikan. Terbukti, larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah,…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *