PD Pasar Matangkan Eksekusi Blok F Pasar Kebon Kembang

AvatarPosted on at 08:39
51 0

BOGOR KOTA – Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD-PPJ)  segera melakukan eksekusi pengosongan Blok F Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, untuk pelaksanaan revitalisasi yang telah berlarut-larut tertunda sejak dua tahun lalu.

Direktur Operasional (Dirops) PD PPJ Kota Bogor Syuhairi Nasution mengatakan, pihaknya telah gelar rapat yang dihadiri unsur muspida untuk merumuskan rencana mulai pengosongan hingga pelaksanaan pembangunan.

“Ya, tadi rapat dihadiri pihak TNI, Polri, Pol PP, Dinas Perhubungan (Dishub) dan pengembang. Rapat ini fokus ke upaya melakukan pelaksanaan pemindahan pedagang dan pembangunan,” kata Syuhairi, Senin,  10 Desember 2018.

Diakuinya, melalui rapat tersebut pihaknya telah mendapat rumusan rencana pengosongan, dan akan langsung dilaporkan ke Walikota Kota Bima Arya untuk mendapat persetujuan.

Namun berbeda dengan sebelumnya, karena ranah pengosongan kali ini diambil alih Satpol PP. Karena akan menjalankan Peraturan Daerah (Perda) dalam pengosongan. Jadi mekanismenya diberi Surat Peringatan (SP) 1, 2 hingga 3, setelah itu baru dieksekusi.

“Tadinya ini ranah kami di PD PPJ dengan mengcu terhadap putusan Pengadilan Negeri (PN), tapi karena mereka (pedagang-red) banding maka kita hormati proses hukum. Tetapi di situ ada instrumen lain yang sebenarnya bisa kita lakukan yakni penegakan Perda,” kata dia.

Dia melanjutkan, untuk pengosongan ranahnya dialihkan  ke Pol PP dengan melakukan penegakan perda nomor 7 tahun 2005 tentang penyelenggaraan pasar. Pasal dalam Perda tersebut menyebutkan bahwa tanda bukti hak pedagang dibuktikan dengan Bukti Pemaiakan Hak Berdagang (BPHB) yang diperpanjang 5 tahun sekali, kemudian ada lagi kartu Izin Pemakaiam Tempat Berdagang (IPTB).

“Itu semua telah berakhir ada yang 2012 ada yang 2016 jadi artinya mereka sudah tidak punya hak berdagang,” jelasnya.

Yang kedua kata Syuhairi, Perda Nomor 7 tahun 2006. Pemkot Bogor sudah menerbitkan IMB baru. “Dengan demikian kita sudah bisa melakukan pembongkaran dan pembangunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, PD PPJ menargetkan pembongkaran dilaksanakan 10 Januari 2019, untuk pengosongan Pol PP sudah membuat schedule. SP 1 berlaku tanggal 12-19 Desember 2019, SP 2 tanggal 20-20 Desember 2018 dan  SP 3 tanggal 21 Desember hingga 5 Januari 2019.

 

HARIAN SEDERHANA | AS

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *