NUSANTARA

Pemerintah Harus Beri Penjelasan Kasus Deportasi Ustadz Abdul Somad dari Hong Kong

19-01-2018 22:57
185 Views

Ustadz Abdul Somad | Net

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri diminta memberi penjelasan terkait kasus deportasi penceramah kondang Ustadz Abdul Somad. Sebab, pemulangan penceramah asal Pekanbaru, Riau itu dinilai tanpa alasan yang jelas. Hal itu penting dilakukan untuk mengetahui apakah upaya yang dilakukan Hong Kong itu adalah permintaan pemerintah Indonesia atau pemerintah Cina.

“Kami akan meminta konfirmasi dan klarifikasi terhadap pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terkait dengan aksi pemulangan klien kami oleh pihak Bandara Internasional Hong Kong,” kata Pengacara Ustadz Abdul Somad, Kapitra Ampera dalam keterangan tertulis seperti dirilis dari Tempo, Ahad, 24 Desember 2017.

Ustad Abdul Somad datang ke Hong Kong untuk memenuhi undangan pengajian warga Indonesia di sana. Dalam pengakuan di akun Instagram miliknya @ustadzabdulsomad tertanggal 24 Desember 2017, Abdul Somad tiba di Hong Kong pukul 15.00. Petugas bandara kemudian memeriksa identitas Abdul Somad dan rombongan. Tanpa penjelasan, dia ditolak masuk Hong Kong serta dikembalikan ke Jakarta pukul 16.00.

Baca Juga : Kenapa Ustadz Abdul Somad Dideportasi dari Hong Kong? Ini Penyebabnya

Petugas Imigrasi juga menanyainya mengenai identitas, pendidikan, pekerjaan, dan keterkaitan dengan partai politik. “Saya jelaskan bahwa saya murni pendidik, intelektual muslim, lengkap dengan latar belakang pendidikan saya,” tutur Somad.

Setelah diperiksa lebih-kurang 30 menit, petugas Imigrasi Hong Kong menjelaskan, negara mereka tidak dapat menerima Somad tanpa alasan yang jelas. “Itu saja, tanpa alasan,” ucap dia. Mereka langsung mengantar Somad ke pesawat yang sama untuk keberangkatan pukul 16.00 ke Jakarta.

Somad meminta maaf karena tidak dapat memenuhi undangan para tenaga kerja Indonesia. “Kepada sahabat-sahabat panitia, jangan pernah berhenti menebar kebaikan di jalan dakwah. Mohon maaf tidak terhingga buat sahabat-sahabat pahlawan devisa negara di Hong Kong,” katanya.

 

ARIE SURBAKTI | TEMPO.CO | AS