Pemkot Bogor Ditawari Dua Gedung Rawat Pasien Corona

AvatarPosted on at 01:11
87 0

Bogor  –   Kepedulian pihak-pihak karena merasa prihatin atas musibah nasional bahkan sudah internasional terkait merebaknya virus corona (Covid-19) perlu mendapat acungan jempol. Bagai setetes air di gurun pasir nan gersang, pemerintah kota (Pemkot) Bogor, dalam waktu yang hampir bersamaan menerima taaran untuk menggunakan dua gedung sekaligus untuk menangani pasien terdampak covid-19 tersebut.

Satu diantaranya kepedulian tersebut, datang  dari Badan Nasional Narkotika (BNN) yang menawarkan manakala pemkot Bogor, mau menggunakan ruangan di Pusat rehabilitasi narkoba yang terletak di kawasan Lido Kabupaten Bogor, sebagai tempat penampungan pasien positif virus corona.

Hal itu dapat dilakukan untuk dipergunakan apabila jumlah pasien virus corona tersebut terus bertambah. Dalam keterangannya melalui dialog lewat media komunikasi, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Rabu 25 Maret 2020, mengatakan hal itu ditawarkan pihak BNN, terkait dengan upaya pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19.

Menurut Dedie A Rachim, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko menawarkan langsung kepada Pemerintah Kota Bogor untuk menggunakan ruangan di Pusat Rehabilitasi Narkoba BNN di Lido, jika pasien positif COVID-19 jumlahnya terus bertambah dan tidak tertampung di rumah sakit di Kota Bogor.

Tawaran dari Komjen Pol Heru Winarko, menurut Dedie, Gedung Pusat Rehabilitasi Narkoba itu dapat dimanfaatkan sebagai rumah sakit pendukung, jika pasien positif COVID-19 tidak tertampung lagi di rumah sakit di Kota Bogor.

“Tawaran dari BNN ini menjadi pertimbangan dan sedang dibicarakan dengan Tim Crisis Center COVID-19 Kota Bogor. Karena, memanfaatkan ruangan Pusat Rehabilitasi Narkoba ini perlu modifikasi, menyiapkan alat-alat pendukung, serta membangun ruang isolasi kompresi negatif,” katanya.

Selain itu menurut Dedie, Pemerintah Kota Bogor juga mendapat tawaran untuk memanfaatkan gedung milik sebuah perusahaan properti yakni Grup Elang Properti di Jalan Cifor, Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, untuk dimanfaatkan menjadi rumah sakit sementara guna menampung pasien positif COVID-19.

“Kedua tawaran itu baik dari BNN maupun dari Elang Properti, kami apresiasi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian berbagai pihak pada penanganan pandemi corona di Indonesia, khususnya di Kota Bogor, cukup baik,” katanya.

Selain bantuan gedung untuk rumah sakit sementara, menurut Dedie, Pemerintah Kota Bogor juga mendapatkan bantuan lainnya dari berbagai pihak terkait dengan penanganan pandemi COVID-19 di Kota Bogor, seperti google medis, masker, pembersih tangan dan cairan disinfektan.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *