Pemkot Bogor Luncurkan Angkot Modern, GP Ansor : Solusi Kemacetan atau Pencitraan?

56 0

BOGOR-Pemerintah Kota Bogor baru-baru ini meluncurkan jenis Angkutan Kota (Angkot) modern. Sejumlah kalangan rupanya kurang menerima inovasi moda transportasi umum ini.

Gerakan Pemuda Ansor Kota Bogor menilai program konversi angkot konvensianal ke angkot modern arahnya tidak jelas. Untuk itu, Ansor meminta Pemkot Bogor menjelaskan secara detail konsep angkot modern tersebut.

“Angkot modern bukan solusi mengatasi kemacetan. Tidak ada program kongkret yang dibuat Pemkot Bogor terkait pesoalan lalu lintas di Kota Bogor ini,” Ketua GP Ansor Kota Bogor Rachmat Imron Hidayat di Bogor, kemarin.

Rachmat menyatakan, Pemkot Bogor sama saja melabrak aturan main dalam pengoperasian angkot modern tersebut. Menurut dia, pemerintah daerah lebih banyak menggembar-gemborkan kebijakan yang tidak nyata realisasinya.

“Inilah, itulah, tapi sebenarnya tidak ada pembenahan apa-apa. Semua itu hanya kamuflase. Pencitraan saja supaya ada ada penilaian kita punya angkot modern,” tegas Romy, Imron Hidayat biasa disapa.

Ketua GP Ansor Kota Bogor, Imron Hidayat

Romy mempertanyakan kebenaran bahwa angkot modern menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Kota Bogor. Ia berpendapat, sebelum mengeluarkan program seharusnya jelas dulu rancangan dan kajiannya.

” Jelaskan dong bagaimana sebelum di konversi menjadi angkot modern, kan itu harus ada tindakan sebelumnya. Misalnya bagaimana angkot-angkot yang tiga ribuan itu,” ujar dia.

Masih kata dia, kalau ingin mengatasi kemacetan di Kota Bogor, pemerintah harus berani mengurangi angkot. Jika tidak, maka harus ada penambahan lajur khusus angkot.

“Tapi kan hal itu tidak pernah dilakukan sama Pemkot Bogor, selama ini hanya wacana-wacana saja, realisasi tidak ada,” jelasnya

Pemerintah Kota Bogor menargetkan pengoperasian 25 unit angkutan kota modern pada akhir September 2018. Namun, sampai sekarang Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (Kopdjari) tak kunjung melengkapi dokumen persyaratan pengoperasianny.

“Sekarang baru sekitar 10 unit angkot modern yang lengkap persyaratannya,” kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bogor, Jimmy Hutapea, Ahad, 16 September 2018.

Jimmy menyimpulkan, realisasi target pengoperasian 25 angkot modern pada akhir September 2018 tergantung pihak Kopdjari. Target tersebut diakui sebagai tahap awal program konversi angkot untuk mengurangi kemacetan di jalanan pusat Kota Bogor ke depannya.

Menurut Walikota Bogor Bima Arya, target awal pengoperasian angkot modern adalah membuat penumpang nyaman dan mau menggunakannya.

Setelah itu, Bima mengatakan target selanjutnya ialah mengonversi tiga angkot menjadi satu bus. “Keseluruhan (angkutan umum) harus menjadi bus. Sekarang ini masa transisi dulu sebelum tiga menjadi satu, beberapa koridor tiga jadi dua dulu,” jelasnya.

 

HARIAN SEDERHANA | ARIE SURBAKTI

 

 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *