DALIL

Pengacara Mahasiswa Unida Korban Jalan Berlubang Layangkan Somasi Terakhir

17-12-2017 07:55
341 Views

Ketua PK PMII Unida, Samsul Arifin masih terbaring di RSUD Ciawi, akibat kecelakaan di Jalan Tegar Beriman, Cibinong | Andina R.S

BOGOR – Ketidak-pekaan Bupati Bogor dan Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor membuat geram. Pasalnya, pemerintah daerah tak menggubris somasi (peringatan) yang dilayangkan Tim Pengacara Samsul Arifin, mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) Bogor, korban jalan berlubang di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, beberapa waktu lalu.

Menurut Tim Kuasa Hukum Samsul Arifin, R. Anggi Triana Ismail, S.H, korban terkapar selama 14 hari di RS Ciawi. Mahasiswa tingkat akhir yang juga Ketua PK PMII Unida itu mengalami luka berat, yakni gusi, rahang dan kulit sobek setelah terjungkal dari sepeda motonya akibat menginjak jalan berlubang.

“Jalan berlubang tersebut dikarenakan Pemerintah Kabupaten Bogor tidak sigap pada kondisi infrastruktur yang sudah rusak parah. Korban Samsul Arifin adalah karya yang amat buruk pemerintah daerah dalam melindungi masyarakatnya sebagai pengguna jalan,” tegas Anggi kepada polbo  di Bogor, baru-baru ini.

Berdasarkan Pasal 97 ayat (1) No. 34 Tahun 2006 tentang Jalan, lanjut Anggi, jelas menyatakan secara eksplisit, bahwa : Penyelenggara jalan mempunyai kewajiban dan tanggungjawab untuk memelihara jalan sesuai dengan kewenangannya. “Akan tetapi, lagi-lagi pemerintah tidak sigap dan bergegas memperbaiki kinerjanya selaku pelayan publik yang di amanahkan oleh konstitusi.”

Untuk itu, Tim Kuasa Hukum Samsul Arifin mengatakan, dengan dilayangkan surat somasi III, telah membuktikan bahwa Bupati Bogor sudah tidak lagi perduli kepada masyarakatnya yang terkena musibah. Padahal, kecelakaan tersebut diakibatkan kelalaiannya dalam mengemban tugas dan amanahnya serta tidak hormat terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana yang dimaksud diatas.

Dari sudut pandang hukum pidana lainnya, menurut Anggi, seharusnya pihak Kepolisian Resor Bogor, dalam hal ini bagian Satuan Lalu Lintas harus bersikap tegas pada penyelenggara jalan dalam hal ini Bupati Bogor Up. Dinas PUPR. Sebab, secara de jure, jelas-jelas telah terpampang sesuai Pasal 27 ayat (2) UU No 22 Tahun 2009, menyatakan : Dalam hal perbuatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) Tahun atau Denda sebesar Rp.24.000.000.

“Tanpa harus adanya aduan, seharusnya pihak Satlantas polres bogor, harus mulai menyelidiki perkara hukum ini secara profesional dan tegas berdasarkan hukum,” imbuh Anggi.

Ketua PK PMII Komisariat Unida, Syamsul Arifin mengalami kecelakaan tunggal akibat jalan berlubang di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Selasa, 17 Oktober 2017.  Korban mengalami patah tulang rahang dan wajah penuh luka dengan kondisi kendaraan rusak parah.

Peristiwa bermula ketika Samsul yang saat itu hendak berangkat menuju toko perlengkapan komputer, melintasi Jalan Raya Tegar Beriman di jalur lambat menuju ke arah Jalan Raya Bogor. Namun nahas, setibanya di depan Kantor DPD PKS pukul 21.45 WIB, korban yang mengendarai motor Honda Vario bernopol F 4803 PT menghantam lubang hingga terjatuh seketika.

 

 

M.A MURTADHO | ANDINA R.S | AS