PKL Puncak Digusur, Asep Wahyu : Pemkab Bogor Kurang Cerdas ?

AvatarPosted on at 11:02
186 0

PUNCAK – Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor menggusur ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalur Puncak, Bogor, menuai banyak kritikan. Anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya  menilai, penertiban tersebut bukan keputusan yang kurang cerdas dan bukan solusi terbaik.

“Saya cuma ingin bertanya, ngerti enggak sih Pemkab Bogor dengan rencana penggusuran PKL Puncak ini?,” kata Kang AW panggilan akrab Asep Wahyuwijaya saat dihubungi politikabogor.com, Kamis 31 Agustus 2017.

Politisi Partai Demokrat (PD) yang berangkat dari Dapil Kabupaten Bogor ini mengaku gagal paham dengan kebijakan Pemkab Bogor tersebut. Sebab,  kelangsungan PKL dipandang strategis bagi perekonomian masyarakat kecil.

“Alangkah lebih bijaksananya jika potensi ekonomi strategis ini di akomodir. Idealnya PKL ini ditampung dalam perencanaan tata ruang,” Kang AW menegaskan. ” PKL juga membantu Kawasan Puncak sebagai destinasi wisata.”

Asep Wahyuwijaya

Menurut Kang AW, fenomena PKL merupakan hal lazim yang tumbuh di wilayah perkotaan dan kawasan pariwisata. Sejatinya, Pemkab Bogor mencari solusi tanpa mengorbankan hajat kehidupan  rakyat.

“Pemerintah daerah jangan main asal gusur saja. Jangan sampai kebijakan yang dikeluarkan dari pikiran sesat dan akhirnya tidak pro rakyat,”sindir pria berkumis itu.

Ketua Barisan Muda Bogor, Asep Saprudin, menilai Pemkab Bogor lebih memihak toko modern atau ritel dibanding PKL. Padahal, dari sisi regulasi banyak toko ritel yang tak mengantongi perizinan lengkap. Namun, toko modern dibiarkan beroperasi dan menggerus kelangsungan hidup pedagang konvensional.

“Lihat saja toko minimarket menjamur. Bahkan sampai pelosok desa Nah, kenapa PKL yang digusur ?,” Asep menyatakan. “Kasih solusi dulu. Jangan menyelesaikan masalah dengan masalah.”

ASEP RENDRA

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *