Polres Bogor Ungkap 15 Kasus Narkoba Kurun Juni 2020

AvatarPosted on at 00:59
44 0

Bogor  –  Ada-ada saja strategi para penjahat. Untuk mengelabui anjing pelacak, para penjahat narkoba dari Aceh memasukan ganjanya ke dalam pipa plastik jenis pralon, namun Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap sebanyak 15 kasus narkoba selama bulan Juni 2020.

Dari pengungkapan itu, jumlah tersangka ada 19 orang yang dibekuk yang mana 3 orang diantaranya adalah residivis kambuhan.

Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy menjelaskan bahwa diantara modus dari para pelaku, salah satunya modus adalah modus baru dalam transaksi narkoba jenis ganja dimana para pelaku berupaya mengelabui anjing pelacak untuk melancarkan transaksi narkoba.

“Untuk tindak pidana Narkotika dengan barangbukti Daun Ganja ini, para pelakunya ternyata dari Aceh. Yang dikirimkan dengan cara dimasukkan kedalam Pipa Paralon yang dilumuri minyak gosok sehingga mengelabui anjing Pelacak, tentunya modus ini menjadi modus baru dari tindak Pidana Narkoba yang berhasil kita Ungkap,” kata Roland, Senin 6 Juli 2020 di Mapolres, Cibinong.

Para Tersangka ini berinisial JJ, RE, FR, RMH, SN, RY, HA, AA, MU, IS, MR, GS, IM, ZR, MK, DS, HS, UN, MK. Disampaikan AKBP Roland, rangkaian penangkapan dituntaskan dengan berhasil ditangkapnya tersangka JJ dan RE di Kecamatan Leuwisadeng. Lalu, tersangka RY dan HA di Kecamatan Cileungsi dengan barang bukti berupa 35,4 Gram Sabu-Sabu pada Selasa, 30 Juli 2020 berikut barang bukti berupa 13,4Kg Ganja.

Sebelumnya, tersangka FR, RMH dan SN berhasil ditangkap di Kecamatan Caringin pada Rabu, 24 Juni 2020 dengan barangbukti berupa 578 Gram Ganja. Kemudian tersangka AA ditangkap di Kecamatan Cibinong pada Senin, 15 Juni 2020 dengan barang bukti berupa 1.040 Gram Ganja. Tersangka MU berhasil ditangkap di Kota Depok dengan barangbukti berupa 1.165 Gram Ganja.

Dari 15 kasus ini, polisi telah menyita barang bukti total 70,39 gram sabu-sabu, 16,2 Kg ganja dan 11,8 gram tembakau sintetis. “19 tersangka ini kita jerat dengan pasal 114, pasal 112 dan Pasal 111 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun atau penjara seumur hidup,” ungkap Roland Ronaldy.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *