FPI Mau Patungan Bantu Pemda Danai Perda Anti LGBT

61 0

DEPOK– Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok mendesak pemerintah daerah segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) anti Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Bahkan, organisasi berbasis massa Islam ini menyatakan siap patungan duit untuk mendanai penyusunan peraturan tersebut.

 “Kalau masalahnya takut besar anggaran, kan sebenarnya bisa bikin Perwali (peraturan walikota),” kata pengurus DPP FPI, Habib Idrus Al Gadri kepada wartawan di Pancoran Mas, Depok, Rabu (21/11).

Habib berujar, jika Pemkot Depok  masih bingung juga, anggota FPI siap Membantu anggaran yang dibutuhkan untuk membuat perda. “Kita (FPI) nanti patungan. Asal jangan buat korupsi aja.”

Pernyataan Habib Idrus menjawab menyusul pernyataan Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad yang menyatakan belum berencana menyusun Perwali ataupun Perda tentang LGBT.

Selain soal data LGBT yang belum valid, besarnya anggaran untuk membuat perda juga menjadi salah satu pertimbangan.

Sebelumnya, Wali Kota Depok menyatakan ada saah persepsi terkait komentar dirinya saat menjawab pernyataan Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, yang mendorong Pemkot mengeluarkan Perda Anti LGBT.

“Enggak ada (Perwali). Saya belum rencana. Jadi teman-teman salah tangkap ini,” kata dia kepada pewarta di Balaikota Depok, Jalan Margonda, Senin (19/11) lalu.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah kabar yang menyebut Perwali telah ditetapkan di Depok. Namun, Idris tak menampik ada usulan dari sejumlah elemen untuk dibuatkan Perda, termasuk dari Partai Gerindra.

“Terus saya komen waktu itu, mendingan pake perwali aja, eh disangkanya saya mau nyusun itu,” katanya. “Jadi belum ada (Perwali atau Perda)”.

Adapun Habib Idrus menilai, perda tersebut perlu diterbitkan mengingat fenomena LGBT di Kota Depok kian mengkhawatirkan.

Menurut dia, ketimbang memperbanyak pembangunan fisik, alangkah lebih baiknya jika anggaran yang ada digunakan untuk memperkuat moral generasi bangsa.

“Sekarang ini saya lihat lebih banyak mementingkan pembangunnan fisik, moral kurang diperhatikan,” kata bekas Ketua FPI Depok selama 18 tahun itu. i

Habib mengaku khawatir dengan generasi bangsa saat ini. Makanya, FPI meminta Wali Kota Depok memprioritaskan pembuatan Perda LGBT. “Sangat mengkhawatirkan kalau perda enggak ditegakan,” ucapnya.

 

SEDERHANA  | AS

Related Post

Bima Arya Sudah Siap Mental

Posted by - 27/06/2018 0
BOGOR -Calon Wali Kota Bogor nomor urut 3, Bima Arya Sugiarto bersama  Istrinya, Yane Adrian menggunakan hak pilihnya di Tempat…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *