PANGGUNG

PPP dan Gerindra Buktikan Koalisi Pilbup Bogor dan Pilgub Jabar Tak Harus Sama

19-01-2018 22:58
317 Views

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto; Presiden PKS, Sohibul Iman; dan Sekretaris Jendral PAN, Eddy Soeparno saat memberi keterangan terkait pertemuan tiga partai tersebut di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang No. 82, Pasar Minggu, Jakarta, 24 Desember 2017 | Tempo

CIBINONG – Aktivitas dan berkumpulnya orang banyak di kantor DPC PPP Kabupaten Bogor semakin meningkat jelang pendaftaran bakal pasangan calon bupati wakil bupati Bogor 2018 mulai 8-10 Januari 2018. Meningkatnya aktivitas ini juga menandai semakin terang benderang peta politik Pilbup Bogor termasuk para kandidatnya.

Perkembangan mutakhir adalah bergabungnya Gerindra ke PPP dan PKB sehingga melebihi ambang batas pencalonan pasangan bupati-wakil bupati dengan 16 kursi dari 10 kursi yang ditetapkan batas minimal.

Baca juga : Sudah Final, Gerindra, PKS dan PAN Koalisi di Pilkada 2018

Cairnya nuansa politik di tatar Tegar Beriman menepis dugaan bahwa koalisi pilbup akan linier deng an koalisi Pilgub Jabar 2018. Para politikus bumi Tegar Beriman meyakini bahwa apa yang terjadi di Jabar juga masih sangat cair.

Sekretaris Tim Pemenangan Ade Yasin Yuyud Wahyudin meyakini bahwa koalisi parpol di Pilbup Bogor yang berbeda dengan koalisi di Pilgub Jabar akan mampu diatasi sumber daya di PPP Kabupaten Bogor. Saat ini PPP mendukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar sementara Gerindra mendukung Sudrajat dan Akhmad Syaikhu. Sementara di Pilbup Bogor Ade Yasin (PPP) berpasangan dengan Iwan Setiawan  (Gerindra).

“Resource kami cukup besar untuk mendukung keduanya. PPP adalah partai pemenang kedua setelah Golkar pada Pemilu Legislatif 2014, jadi kami yakin bisa memenangkan Ridwan Kamil di Bogor dan Ade Yasin menjadi bupati Bogor,” kata Yuyud kepada polbo, Kamis 4 Januari 2018.

Baca juga : Hampir 100 Persen Ade Yasin dengan Iwan Gerindra, Benarkah ?

Yuyud juga menepis spekulasi terjadi gesekan kepentingan antara memenangkan Ridwan Kamil dan Ade Yasin-Iwan Setiawan di pilkada serentak 2018. “Kami yakin dan optimistis tidak akan ada gesekan kepentingan antara Pilgub dan Pilbup. Soal teknis kampanye saja. Namun saya tegaskan bahwa dengan raihan suara PPP di pemilu 2014 sebesar 370 ribu menjadi bukti bahwa kami mampu menengahi kepentingan itu,” ujar politikus Dapil V Kabupaten Bogor.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris DPD PAN Kabupaten Bogor Permadi Adjid. Menurutnya koalisi dengan Golkar mustahil dibatalkan karena komitmen tanpa syarat dari PAN ke Golkar sudah terbangun dan meyakini Jaro Ade mampu menjadi pemenang Pilbup Bogor 2018.

“Mustahil keluar dari Golkar. Lagipula kenapa sih PAN yang digoda ke koalisi lain. Kami yakin Jaro Ade menang di Pilbup Bogor 2018,” kata Permadi Adjid yang akrab disapa Dalung.  Dia menambahkan koalisi di Pilbup Bogor tidak harus linier dengan koalisi di Pilgub Jabar.

Baca juga : Apapun Ceritanya, PAN Pertahankan Jaro Ade untuk Bupati Bogor 2018-2023

“Kepentingannya kan berbeda dengan level Jawa Barat. Nggak bisa dipaksakan harus sama dengan koalisi Jabar. Politik di Kabupaten Bogor ini sangat cair,” tandasnya.

Sementara itu, nasib naas kini menimpa PKS yang ide dan gagasannya ditolak parpol lain untuk mengusung Maman Daning. PKS yang telah berkoalisi dengan Gerindra sejak 2016 kini ditinggalkan Gerindra yang telah koalisi dengan PPP dan PKB. Nasib PKS kini digantung Demokrat yang sebelumnya juga telah berkoalisi. Demokrat memberi sinyal akan bergabung dengan Golkar.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke sekretaris DPD PKS Kabupaten Bogor Wasto tidak meresponsnya baik melalui pesan singkat ataupun sambungan telepon.

 

HERRY SETIAWAN | AS