BERITA UTAMA

Presiden Jokowi Izinkan Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum Partai Golkar

17-12-2017 07:59
353 Views

Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) saat mendeklarasikan dirinya menjadi calon ketua umum Partai Golkar di Jakarta, 1 Maret 2016 | Tempo.co

JAKARTA – Dorongan pergantian Ketua Umum Partai Golkatr Setya Novanto semakin menguat. Koordinator Bidang Perekonomian Partai Golkar, Airlangga Hartato digadang-gadang sebagai kandidat kuat pengganti Setya Novanto, yang sekarang menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Bahkan, Menteri Perindustrian yang sebelumnya menjadi Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor itu, membenarkan bahwa tiga hari lalu Ia sudah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

“Tiga hari yang lalu, saya menemui beliau itu untuk meminta izin terkait dengan kondisi Partai Golkar sekarang. Saya minta izin untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar,” kata Airlangga seperti dikutip dari www.tempo.co, setelah menyampaikan keynote speech dalam fokus group discussion dengan tema “Membangun Industri Nasional Berkelanjutan” di Ruang Sumba, Hotel Borobudur, Senin, 27 November 2017.

Dia juga menjelaskan, Presiden mengizinkan dirinya menjadi Ketua Umum Partai Golkar. “Saya dibolehkan untuk ikut karena saya akan membantu beliau. Jadi saya meminta dukungan dari beliau”, ucapnya.

Airlangga Hartato optimistis akan menjadi Ketua Umum Partai Golkar, tapi dia mengembalikan hal itu kepada pengurus di pusat dan daerah. Sebab, menurutnya, pengurus dan para kaderlah yang menentukan.

Hingga saat ini, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar belum mengagendakan musyawarah nasional luar biasa sebagai wadah untuk mencari pengganti Setya. Pemimpin Golkar saat ini dipegang pelaksana tugas Ketua Umum, Idrus Marham.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi, mengatakan Airlangga Hartato layak menggantikan Setya Novanto sebagai Ketua Umum Golkar. Menurut dia, bila dipimpin Airlangga maka Golkar akan disukai oleh generasi milenial.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat ini menjelaskan tantangan politik yang dihadapi Golkar di zaman ini berbeda jauh dengan era awal reformasi. Ia meyakini Golkar akan menjadi pemenang bila pemimpinnya mampu membaca tuntutan zaman serta sesuai dengan selera ‘zaman now’.

 

 

TEMPO.CO | ARIE SURBAKTI | AS