PSBB Kota Bogor Belum Optimal

AvatarPosted on at 15:16
24 0

Bogor  –  Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terkait virus cvorona (Covid-19) di Kota Bogor yang sudah memasuki periode ketiga hingga 26 Mei 2020, terkesan belum optimal. Kesadaran warga masyarakat masih sangat rendah apalagi menjelang Idul Fitri. Hal Tersebut, membuat Wali Kota Bogor Bima Arya, geram, namun masih bijak dengan sekedar memberi anjuran saja bukan pemberlakuan sangsi.

Berdasar pantauan yang terjadi di Pasar Kebon Kembang (Pasar Anyar) Minggu 17 Mei 2020, sejak pagi hingga sore hari, kondisi pasar besar itu sangat ramai dipadati masyarakat. Bahkan hal tersebut hingga membuat kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan seputarnya seperti jalan Dewi Sartika, Jalan Mayor Oking hingga ke jalan Pengadilan.

Keramaian para pedagang dan pembeli, menjadikan kondisi PSBB tersebut menjadi tidak optimal dan bahkan cenderung akan menaikkan angka penyebaran virus corona, padahal seluruh aparat mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri dan berbagai unsur masyarakat, terus berjuang melawan Covid-19

Seorang pedagang pakaian, Rizal (43) mengatakan, “’Tahun ini pendapatan kami menurun drastis  dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi karena tinggal seminggu lagi lebaran, wajar jika kami mengejar rezeki. Dan kebetulan hari ini ramai pembelinya,” ujar nya.

Hal senada dikatakan juga oleh pedagang sayur dan bumbu masakan, Ny. Suhaemi. Menurutnya, “Padahal masih seminggu lagi lebarannya, tapi hari ini pemebelinya Alhamdullilah banyak. Mungkin hari-hari ini lah saatnya bagi kita mendapatkan rezeki,” ujar janda beranak tiga itu kepada PolitikaBogor.com

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya dalam keterangannya yang direkam media sempat mengancam akan memberhentikan sementara bantuan nya kepada masyarakat termasuk melarang para pedagang berjualan di pasar dengan penataan ruang dan waktunya,

“Saya akan berhentikan sementara bantuan pemerintah, jika  masyarakat tidak mengindahkan peraturan PSBB. Ingat, kami bekerja tanpa mengenal waktu, dan kami berharap masyarakat mengerti dan mentaati peraturan agar penyebaran virus corona itu dapat kita atasi bersama,”ujar Bima.

Ditambahkannya, apabila kondisi seperti ini masih saja berlangsung maka, pihaknya akan menerapkan sangsi dan hukuman seperti yang tertuang dalam Perwali No 37 Tahun 2020. Para pelanggar dapat dikenakan sangsi sosial dengan membersihkan sampah atau denda yang sudah diatur besarannya.

“Seharusnya lebaran tahun ini kita prihatin, karena banyak sekali warga yang justeru membutuhkan biaya hidup sehari-hari, sementara disisi lain banyak juga warga yang merasa mampu justeru berbelanja kebutuhannya. Ingatlah mereka yang kurang mampu,” himbau Bima kepada masyarakat.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

Related Post

Angkot Juga Di Semprot

Posted by - 29/03/2020 0
Bogor  –   Peningkatan kewaspadaan akibat merebaknya virus corona (Covid-19) di Bogor, terus dilakukan jajaran kepemerintahan. Mulai himbauan, kemudian kebijakan terhadap…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *