Puluhan Warga Teplan Mengadu ke LBH keadilan Bogor Raya

AvatarPosted on at 14:01
47 0

KEMANG-Sebanyak 28 kepala keluarga warga Asrama Teplan mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Bogor Raya di Kemang, Bogor. Mereka mengadukan masalah pengosongan rumah yang dihuni dan adanya penganiayaan terhadap sejumlah penghuni oleh oknum aparat pada 26 juli 2018.

“Pengaduan warga Bogor Teplan ini karena pengosongan paksa rumah yang mereka tinggali oleh Korem dan Kodim Bogor,” kata Sugeng Teguh Santoso, SH, Kordinator Tim Pembela Warga Teplan dalam siaran pers yang diterima Polbo, Rabu, 8 Agustus 2018.

Ada sekitar 35 warga yang di tinggal di Jalan Kolonel Enjo Martadisastra, Kel. Kedung Badak Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor atau dikenal komplek asrama Teplan. Warga pengadu datang ke LBH Keadilan Bogor Raya didampingi Andreas Gorisa Sembiring, Kordinator Forjaga.

Andreas mengatakan, warga yang datang rumahnya sudah dikosongkan dan sampai saat ini belum mendapatkan penggantian secara layak. Bahkan, beberapa warga mengaku mendapatkan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan petugas gabungan Kodim dan Korem.

Dugaan penganiayaan terjadi saat eksekusi pengosongan rumah. Salah satu korbannya adalah Andreas Gori Sembiring, yang luka pada mulut bagian dalam dan perlu dijahit .

“Warga pengadu menyatakan sudah menempati rumah di Teplan ada yang sejak tahun 1967 dan 1984. Mereka menempati rumah sebagai keluarga TNI AD,” jelas Sugeng.

Koordinator Tim Pembela menceritakan, warga pengadu terdiri dari janda TNI, anak dari keluarga TNI . Selain itu, para penghuni umumnya memiliki dan membayar Pajak Bumi dan Bangunan atas nama warga sendiri.

“Baik atas nama anggota TNI yang sudah pensiun, meninggal dan atas nama penghuni dari keturunannya,” ujarnya.

Petugas dari Kodim dan Korem Bogor telah mengosongkan sebanyak 8 rumah. Namun, warga tidak mendapatkan penggantian yang layak. Bahkan, ada barang-barang dari rumah yang dikosongkan ditaruh begitu saja di teras.

“Memang ada yang mendapatkan pemberian uang sewa rumah sebesar Rp 9 juta untuk beberapa keluarga penghuni. Kami berharap LBH KBR dapat memperjuangkan hak hak mereka atas pemukiman yang layak,” ungkap Andreas kepada Sugeng Teguh Santoso.

 

REDAKSI POLBO

 

 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *