PWI Kecam Keras Intimidasi dan Kekerasan Kepada Wartawan

AvatarPosted on at 06:45
17 0

Bogor  –  Persatuan Wartawan Indonesia Kota Bogor mengecam keras segala upaya yang bertujuan menghalangi tugas kewartawanan apalagi dengan intimidasi dan perampasan alat milik wartawan. Sebagai pilar ke Empat Demokrasi, dalam menjalani tugas jurnalistiknya, wartawan memiliki kode etik dan dilindungi Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Segala upaya yang dilakukan para pihak yang bertentangan dengan ketentuan tersebut dapat di pidanakan.

Seperti diketahui, upaya menghalangi tugas wartawan terjadi saat seorang wartawan sekaligus juru foto, harian Radar Bogor, Sofyansyah pada Kamis 18 Juni 2020, saat sedang meliput kegiatan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh karyawan Toko Mitra 10 di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kota Bogor, oleh tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, akibat ditemukan 3 karyawan positif terjangkit.

Kedatangan Sofyansyah dari Koran Radar Bogor tersebut bersamaan dengan rombongan tim medis saat hendak melakukan test Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Swab di Toko Mitra 10 tersebut. Saat pemeriksaan identitas, wartawan tersebut lolos dan diizinkan masuk.

Namun, usai melakukan peliputan dan mendokumentasikan foto dengan Hp nya, tiba-tiba beberapa karyawan berbadan tegap, tanpa basa-basi lagi mendatangi Sofyansyah, dan membentak-bentak dirinya dengan nada keras dan langsung merampas Hp nya dengan paksa.

Tak puas dengan rampasannya itu, petugas itupun langsung memeriksa seluruh foto yang berhasil diabadikannya dan menghapusnya. Bahkan petugas itupun memeriksa juga komunikasi di Hp tersebut terutama yang ada di media sosial Whattsup nya. Kejadiannya begitu cepat, sehingga membuat Sofyansyah, seolah tak berkutik akibat perlakuan karyawan Mitra 10 itu.

Sementara itu, puluhan wartawan dari media lainya termasuk jurnalis TV yang juga hendak meliput pemeriksaan kesehatan pasca ditemukannya karyawan Media 10 terjangkit Covid-19, tidak diberi izin untuk memasuki halaman toko tersebut. Menurut petugas keamanan di pos jaga, sesuai perintah pimpinan, wartawan dilarang masuk dan meliput kegiatan tersebut.

Menanggapi kejadian pelarangan peliputan oleh wartawan apalagi dengan kekerasan dan perampasan Hp sebagai alat untuk melengkapi tugas jurnalistik itu, langsung ditanggapi keras oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor serta beberapa wartawan TV yang tergabung dalam Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) Bogor.

Ketua PWI Kota Bogor Arihta Surbakti dan Ketua Umum PWI Pusat Atal Depari Sembiring

Dalam keterangannya, Ketua PWI Kota Bogor, Arihta Surbakti yang biasa disapa Ari, mengecam keras upaya pelarangan apalagi dengan perampasan alat milik wartawan dalam menjalani tugas jurnalistiknya.

Ditegaskan Ari “Dalam ketentuan pidana pasal 18 dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghambat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait menghalangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dengan pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dalam Undang-undang pers No 40 Tahun 1999 tentang Pers,” ujarnya keras.

“Apalagi upaya karyawan Toko Mitra 10 itu membentak-bentak dan merampas Hp milik wartawan sebagai alat untuk peliputan tugasnya, sudah barang tentu itu merupakan tindakan penghinaan terhadap para awak media dan melanggar KUHP. Kita akan tindak lanjuti hal ini kepada aparat hukum dan pihak-pihak terkait,” lanjut Ari, geram.

Terpisah, Ketua Bidang advokasi PWI Kota Bogor, Bagus Haryanto, menjelaskan perbuatan karyawan Mitra 10 kepada awak media dari Koran Radar Bogor itu merupakan pelanggaran pidana terutama pasal perbuatan tidak menyenangkan dengan kekerasan, penghinaan, perampasan barang yang bukan miliknya dan penghapusan foto sebagai alat bukti tugas peliputan wartawan.

“Sesuai perintah Ketua PWI, kami akan tindak lanjuti perbuatan yang dialami wartawan Koran Radar Bogor oleh karyawan toko Mitra 10 itu, kepada pihak-pihak terkait sesuai ketentuan hukum yang berlaku di negeri ini,” jelas Bagus.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

Related Post

Larangan Mudik Melanggar HAM

Posted by - 27/04/2020 0
Jakarta  –   Benar juga kata pepatah bahwa, tidak semua niatan baik berbuah kebaikan. Terbukti, larangan mudik yang diberlakukan oleh pemerintah,…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *