Saling Jaga Warga Jadi Thema HJB Bogor

AvatarPosted on at 01:04
30 0

Bogor  –  Peringatan hari jadi Bogor (HJB) ke-538 pada tahun ini akan dilaksanakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut terkait dengan kondisi bersamaan dengan merebaknya virus corona (Covid-19) yang terjadi di seluruh negeri ini.

Diketahui, HJB yang diperingati setiap tanggal 3 Juni ini, pada tahun ini akan digelar sederhana dengan menekankan nilai solidaritas sesama warga di tengah Pandemi Covid-19.

Wali Kota Bogor Bima Arya. S

Dalam keterangannya Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan pada HJB tahun ini, Pemkot Bogor mengusung tema Sahitya Raksa Baraya yang diambil dari bahasa Sansekerta dan Sunda yang memiliki arti solidaritas saling menjaga antar sesama warga.

Terkait itu, logo HJB tahun ini disimbolkan dengan Rusa atau Uncal bermasker serta tanduk yang membentuk angka 538 yang diapit dua bilah Kujang. “Tahun ini, Hari Jadi Bogor ke-538 diperingati dengan suasana berbeda. Ini merupakan masa-masa yang sangat sulit bagi kita semua. Pandemi ini bukan hanya ujian kesehatan, tetapi juga merupakan ujian keimanan dan kebersamaan bagi kita semua,” kata Bima Arya di Balaikota Bogor, Selasa 2 Juni 2020.

Ditambahkannya, “Insya Allah, keimanan dan kebersamaan kita akan membawa Kota kita tercinta ini, berlari lewati laju Pandemi. Sekuat tenaga pemerintah bekerja dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Semaksimal mungkin kita semua berkolaborasi untuk berbagi,” lanjut Bima.

“Semangat itu kemudian dituangkan ke dalam tema besar HJB ke-538, yakni Sahitya Raksa Baraya yang bermakna solidaritas untuk saling menjaga, memelihara, menyayangi, dan melindungi sesama warga,” tambahnya.

Mengenai rangkaian acara, pada 3 Juni 2020 tetap akan digelar Rapat Paripurna secara terbatas dalam rangka peringatan HJB. Di dalamnya akan diisi pemberian penghargaan kepada para tokoh dalam upaya pencegahan dan penangan Covid-19 hingga penyerahan bantuan insentif Pemerintah Kota Bogor kepada para tenaga medis.

“Pemerintah Kota Bogor juga akan menyerahkan bantuan bagi 538 keluarga yang dihimpun melalui program Jaringan Keluarga Asuh Kota (Jaga Asa),” katanya. “Para keluarga penerima manfaat ini telah diverifikasi dan belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah, baik pusat, provinsi maupun daerah.

Selain itu, akan disalurkan juga insentif bagi 2.600 guru ngaji se-Kota Bogor, yang juga masuk akibat terdampak Covid-19,” jelas Bima Arya.

 

Tim PolBo  l  Jacky WIjaya 

 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *