Sedih Gurandil Pongkor Mati Sia-sia, Ini yang Dilakukan Bupati Bogor AdeYasin

68 0

CIBINONG – Bupati Bogor Ade Yasin menyikapi serius masalah Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) atau biasa disebut Gurandil yang ternyata masih beraktifitas di Kawasan Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Ia bertekad mencegah warganya berhenti membuat “lobang tikus” di perut bumi untuk mencari emas. Sebab, menjadi gurandil taruhannya nyawa.

“Kami terus sosialisasikan supaya tidak ada lagi gurandil. Menjadi gurandil itu membahayakan keselamatan mereka sendiri. Sudah banyak kejadian yang menelan korban jiwa. Tapi mereka itu hide and run, ketika petugas keamanan datang di lokasi tidak ada orang. Nah, kalau sudah begini siapa yang di salahkan?,” kata Ade Yasin di Keradenan, Cibinong, Selasa (14/5).

Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Jawa Barat ini menyebut,  Pemerintah Kabupaten Bogor dan PT Antam Tbk, Unit Pertambangan Bisnis Emas (UPBE) Pongkor sudah menjalin kerjasama terkait penanganan gurandil. Sejak penertiban tahun 2014, Pemkab Bogor dan PT Antam menggalakan program alih profesi bagi para penambang emas ilegal.

“Antisipasi yang kami lakukan agar tidak terjadi hal buruk yang menelan korban jiwa, seperti kejadian beberapa hari lalu, melalui program alih fungsi profesi yang terus disosialisasikan. Apalagi, Pemkab Bogor dengan PT Antam Tbk UPBE Pongkor mempunyai program Geopark Pongkor yang bisa menjadi sumber nafkah para gurandil,” ungkap Ade Yasin.

Bupati mengaku sedih dengan adanya musibah tanah longsor yang menimbun delapan gurandil, pada Ahad (12/5) lalu. Dalam peristiwa tersebut, dua orang penambang meregang nyawa, dan enam lainnya selamat. Kasus gurandil tertimbun longsor ini sudah sering terjadi.

“Saya tidak ingin ada korban lagi karena terus menjadi gurandil. Adanya Geopark Pongkor, eks gurandil atau masyarakat sekitar Nangggung bisa hidup dari pertanian, peternakan dan parwisata,” Ade menjelaskan,”Adanya Geopark Pongkor bisa mengalihkan profesi mereka menjadi pramuwisata dan pemilik guest house.”

Terkait penertiban gurandil, Ade Yasin mengatakan, petuga  kepolisian, TNI dan PT Antam Tbk UPBE Pongkor sering melakukan razia. Namun, keterbatasan personil dan medan yang berat membuat gurandil selalu lolos ketika ada razia. Para gurandil lebih lincah dan tahu seluk beluk Gunung Pongkor.

“Harapan saya, kejadian longsor dengan dua korban meninggal itu member kesadaran kepada para gurandil untuk berhenti karena sangat berbahaya dan melanggar hukum,” ucap Ade Yasin.

 

HARIAN SEDERHANA | AS

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *