Seorang Staf Positif Corona Seluruh DPRD Di Test

AvatarPosted on at 04:00
54 0

Bogor  –  Virus Corona memang tak pandang bulu kepada siapa dan dimana mereka akan singgah. Seperti terjadi di kesekretariatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, beberapa waktu lalu. Setelah seorang staf dinyatakan positif mengidap virus corona (Covid-19) membuat seluruh karyawan yang bekerja di sekretariat dewan (Setwan) tersebut, termasuk beberapa anggota Dewan terpaksa harus mengikuti test Swab.

Kepada Politikabogor.com Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menceritakan alasan mengapa beberapa anggota DPRD Kota Bogor dan karyawan di sekretariatan melakukan swab test di GOR Pajajaran pada Selasa 12 Mei 2020, lalu. Alasannya karena ada seorang staff setwan positif Covid-19 yang masuk dalam cluster Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Bogor pada Maret lalu.

“Salah satu peserta dalam pelatihan PBJ dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal pada akhir Maret. Terhadap korban dilakukan swab test dan hasilnya baru diperoleh pada kamis lalu,” ungkap Atang 13 Mei 2020.

Selanjutnya diakui Atang, berdasarkan hal tersebut, maka dilakukanlah tracking dengan rapid test tehadap 20 pegawai setwan lainnya yang sempat berinteraksi. Dari hasil rapid test, ada tiga orang yang hasilnya reaktif dan dilakukan swab test dengan mengikutkan sertakan 30 pegawai lainnya yang pernah berinteraksi dengan tiga pegawai tersebut.

Anggota DPRD Kota Bogor M Rusli Prihatevy SE (PolBo)

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD Kota Bogor dari partai Golkar, M Rusli Prihatevi SE. Menurutnya, setelah ada seorang karyawan di Setwan yang dinyatakan positif, kemudian guna mengantisipasi terjadinya penularan maka seluruh karyawan lainnya harus mengikuti test tersebut.

Dari pengetesan tersebut, hasilnya ada 3 orang yang dinyatakan reaktif saat Rapid Tes, kemudian usai dilanjutkan dengan test swab,  seorang diantaranya ternyata dinyatakan positif terjangkit virus corona itu.

Dari evaluasi proses tersebut, barulah kemudian beberapa anggota dewan khususnya yang pernah merasa berinteraksi dengan para karyawan itu, mengikuti rapid test dan Swab test guna mengantisipasi dan mengetahui manakala terjangkit pula dari dari karyawan tersebut.

“Sebenarnya kami para anggota DPRD sudah sejak lama akan mengikuti rapid dan swab test, bahkan jauh hari sebelum diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor. Namun karena lebih mementingkan dan mendahulukan kepentingan warga masyarakat, maka kami mengundurkan jadwal pengetesan tersebut,” jelas Rusli.

Selain untuk mengetahui kondisi para anggota DPRD terkait Covid-19 ini, diakui bahwa walau protokoler mengharuskan seluruh orang tetap di rumah saja, tapi sebagai anggota dewan mereka harus tetap menyelesaikan agenda kegiatan rapat kerja berkaitan tugas fungsinya baik di dalam kantor DPRD maupun memantau kondisi masyarakat sesuai jadwal waktu yang ditagetkan, dan tugas tersebut sudah barang tentu penuh dengan resiko.

Seperti contoh saat dilakukan rapat banmus, guna menghindari kemungkinan terjadinya penularan maka dilakukan dengan memakai aturan seperti jarak, dan ketentuan lainnya. “Yang jelas pada kondisi apapun, kami tetap harus melaksanakan agenda-agenda yang memang sudah dijadwalkan, “ujar Rusli menutup keterangannya.

 

Tim PolBo  l  Jacky. W

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *