BERITA UTAMA

Seperti Ini Skenario Poros Politik di Pilbup Bogor 2018

19-01-2018 23:09
1091 Views

Kemungkinan hana ada tiga poros politik partai pengusung pasangan calon di Pilbup Bogor 2018. Poros PPP, PKB dan Gerindra, Poros Golkar, PAN dan Demokrat, Poros PDIP, NasDem dan Hanura.

CIBINONG – Peta politik menjelang pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati (Pilbup) Bogor 2018 ke KPUD pada 8-10 Januari 2018 nanti, semakin mengkerucut. Kemungkinan ada tiga poros politik partai pengusung pasangan calon di Pilbup Bogor 2018. Yang sudah jelas menetapkan pasangan calon adalah poros PPP, PKB dan Gerindra.

“Apakah saudara-saudara setuju wakil bupati Bogor pendamping Ade Yasin adalah saudara Haji Iwan Setiawan?” kata Yuyud Wahyudin Pimpinan Sidang Pleno Rapat Pimpinan Cabang PPP Kabupaten Bogor pada Kamis 4 Desember 2018. “Setuju, Allahu Akbar,” jawab peserta Rapimcab PPP. Yuyud pun mengetuk palu mengesahkan pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan.

Baca juga : Gema Takbir Iringi Penetapan Iwan Setiawan Dampingi Ade Yasin

Adapun poros kedua, Partai Golkar, PAN dan Demokrat belum resmi mengumumkan pasangan calon yang diusung. Namun, bocoran dan pernyataan para ketua partai koalisi menguatkan Ade Ruhandi alias Jaro Ade bersanding dengan Inggrid Kansil. Duet calon Golkar dan Demokrat ini linier dengan konfigurasi Deddy Mizwar (Demokrat) dengan Dedi Muladi (Golkar) di Pilgub Jabar 2018.

“Kami masih berunding. Partai Demokrat mau kemana, tunggu besok (hari ini) atau lusa. Siapa calonnya kita tunggu. Bisa dia (Inggrid Kansil) atau nama lain yang keluar,” kata Anton Surrato Ketua DPC Demokrat Kabupaten Bogor kepada media, Jum’at 5 Januari 2018.

Rahmat Syamsul Anwar, Analis dari Lembaga Pengamat Kebijakan Publik (LPKP) mengatakan kemungkinan ada poros ketiga yang bisa mengusung pasangan calon, yakni PDI Perjuangan, Partai NasDem dan Partai Hanura. Ada beberapa nama yang potensial menjadi pasangan calon, yakni Albert Pribadie (NasDem), Fitri Putra Nugraha alias Nungki (Hanura), Bayu Sjahjohan (PDI) dan Alex Purnama Johan (PDIP).

Baca juga : Duet Jaro Ade-Inggrid Kansil Menguat di Pilbup Bogor 2018

“Kecuali tiga partai tersebut merapat ke poros yang sudah ada. Ikut dengan Ade Yasin atau Jaro Ade. Kalau tidak, mungkin akan mengusung Nungki (calon bupati) dengan Bayu (calon wakil) atau Albert (calon bupati) dengan Alek (calon wakil),” kata Rahmat kepada Polbo di kantor PWI Kota Bogor, Jum’at 5 Januari 2018.

Ketua NasDem Kabupaten Bogor Albert Pribadie mengakui masih membahas nama pasangan calon dan koalisi partai. Mantan Wakil Bupati Bogor periode 2003-2008 ini membenarkan arah koalisi menguat dengan PDIP dan Hanura. Ia pun mengaku siap untuk diusung sebagai calon bupati. Adapun wakilnya, Albert oke dengan Nungki, Bayu atau Alex.

“Tergantung kesepakatan di partai koalisi. Kalau saya harus maju, sebagai kader tentu harus siap. Dengan Bayu mungkin, dengan APJ kenapa tidak?,” ujar Albert melalui sambungan telepon, Selasa malam.

Baca juga : Poros PDIP-Nasdem Siap Lawan “Dua Ade” di Pilbup Bogor

Jika tiga poros pengusung pasangan calon itu terbentuk, maka tinggal sisa satu partai, yakni Partai Keadilan Sejahtera. PKS mendorong Haji Maman Daning, tokoh Bogor Timur yang juga mantan Calon Bupati Bogor tahun 2008. Upaya PKS menggaet PAN dan mempertahankan koalisi abadi dengan Gerindra hampir 100 persen gagal. PAN berlabuh ke Golkar dan Gerindra merapat ke PPP.

“Pilihan PKS masuk barisan Jaro Ade atau Ade Yasin. Karena masuk ke PDIP agak mustahil. Buat poros baru sudah tak mungkin. Kecuali PKS memilih bergabung mendukung calon independen. Toh HMD itu bekas calon bupati independen tahun 2008, jadi ada korelasinya,” ungkap Rahmat LPKP.

 

ARIE SURBAKTI | AS