Seperti Ini Tanggapan Maruarar Sirait Soal “Politik Genderuwo”

40 0

BOGOR–  Politikus PDIP Maruarar Sirait menanggapi serius pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang perilaku politik menakut-nakuti atau diistilahkan ‘politik genderuwo’. Menurut Anggota Komisi XI DPR RI ini, Jokowi dan Prabowo Subianto harus mengharamkan tim pemenangannya melakukan “politik genderuwo.

“Saya rasa itu penting sekali. Kemudian mereka yang ingin mengubah prinsip bernegara, keberagaman, persatuan, saya pikir tak boleh timses Jokowi dan Prabowo melakukan seperti itu (politik genderuwo),” ujar Maruarar saat dihubungi, kemarin.

Maruarar politisi PDIP sekarang yang maju sebagai caleg DPR RI dari dapil Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur ini menyebut politik genderuwo terjadi karena ada oknum yang menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Ia meminta Jokowi dan Prabowo bertindak tegas jika anggota timsesnya melakukan ‘politik genderuwo’.

“Harusnya masing-masing capres secara terbuka menyampaikan pikiran dan komitmennya, termasuk tegas kepada tim yang melakukan itu (hoax dan ujaran kebencian,” ucap influencer Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin ini.

Menurut Ara harusnya para timses capres lebih baik mengkampanyekan program unggulan masing masing yang akan mereka jalankan buat rakyat dan negara ini apabila mereka terpilih nanti daripada melakukan hoax atau ujaran kebencian.

Sebelumnya, Jokowi mengungkap ada pihak yang melakukan ‘politik genderuwo’. Suka menakut-nakuti. Meski tak menyebut nama, Jokowi menjelaskan apa yang dia maksud sebagai ‘politik genderuwo’.

“Cara-cara berpolitik dengan propaganda menakut-nakuti, menimbulkan kekhawatiran, menimbulkan ketidakpastian, terakhir menjadi keragu-raguan masyarakat,” kata Jokowi di lokasi peresmian Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah.

Dia mengatakan politik semacam itu harus segera dihentikan. “Ini cara-cara berpolitik yang tidak beretika seperti ini jangan diterus-teruskan. Stop, stop!” ujar Jokowi. MA. MJRTADHO | AS

Related Post

Pilkada 2018 Dibayangi Isu SARA

Posted by - 24/12/2017 0
  JAKARTA – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan politik sektarian dan politik identitas yang…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *