DALIL

Unggah Foto Habib Rizieq Bertopi Sinterklas, Dosen UI Dipolisikan

19-01-2018 23:14
133 Views

Ade Armando Dosen Universitas Indonesia | Tempo

JAKARTA – Dosen Universitas Indonesia Ade Armando berulah lagi. Dia kembali dilaporkan ke Kepolisian Metro Jaya dan Badan Reserse Kriminal Polri oleh Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Lembaga Bantuan Hukum Bang Japar, dan seorang pria bernama Michael pada Sabtu, 30 Desember 2017.

Ade Armando dipolisikan terkait unggahan di akun Facebooknya yang dianggap menghina hadis nabi dan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. Dalam postingan tanggal 20 Desember 2017 itu, memperlihatkan ada gambar pimpinan FPI Rizieq Shihab dan beberapa orang lain menggunakan topi Sinterklas dengan tulisan ‘Parade Natal, 25 12, lokasi: Bundaran HI dan Monas’. Namun dalam captionnya, Ade menuliskan ‘ini hoax ya’.

“Dilaporkan karena dia ikut menyebarkan,” kata anggota Lembaga Bantuan FPI Mirza Zulkarnaen yang juga merupakan pelapor di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat pada Sabtu, 30 Desember 2017.

Baca juga : Survei Indekstat di Pilkada Bogor 2018, Sentimen Agama Sangat Tinggi

Ade juga dilaporkan atas unggahannya yang mengomentari hadits nabi. Melalui akun Facebooknya dia menulis, “Hampir pasti isi hadis tidak persis sama dengan apa yang diucapkan dan dilakukan oleh Nabi Muhammad”  dan “Yang Suci itu Al Qur’an, Hadis mah kagak!”

Mirza mengatakan, Ade ikut menyebarkan foto tersebut dengan sengaja meski dosen Universitas Indonesia itu awalnya bermaksud untuk mengklarifikasi foto hoax tersebut. Menurut Mirza, jika Ade bertujuan untuk mengklarifikasi, seharusnya foto rekayasa itu tidak diunggah kepada publik, tetapi melalui pesan pribadi.

Direktur LBH Bang Japar Juju Purwantoro menuturkan, pelaporan itu untuk menegaskan sanksi hukuman terhadap Ade yang kini tengah berstatus tersangka. Juju mempertanyakan tindakan polisi yang tidak kunjung menahan Ade meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak September 2017. Ade kembali menyandang status tersangka usai kalah dalam sidang praperadilan atas dugaan kasus penistaan agama.

“Kami harap polisi bisa bersikap tegas agar Ade segera ditahan agar tidak kembali mengulangi perbuatannya,” kata Juju.

Baca juga : Pilkada 2018 Dibayangi Isu SARA

Dalam pelaporan itu, para pelapor menyerahkan barang bukti berupa sejumlah screenshot berisi unggahan Ade di akun Facebooknya. Pelapor juga membawa enam saksi dalam pelaporan tersebut. Laporan itu terdaftar dalam Laporan Polisi bernomor LP/XII/2017/BARESKRIM tertanggal 30 Desember 2017. Ade disangkakan melanggar Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 156 KUHP.

Ade sebelumnya juga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh salah seorang murid pengajian Rizieq Shihab, Ratih Puspa Nusanti pada 28 Desember 2017. Ratih juga melaporkan Ade atas unggahan foto berisi para ulama mengenakan atribut natal. Laporan itu tertuang dalam surat bernomor LP/1442/XII/2017/Bareskrim dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian terkait SARA.

Keesokannya, FPI ikut melaporkan Ade ke Polda Metro Jaya. Facebook dianggap dapat memicu konflik antarumat beragama. Laporan FPI tersebut diterima tertanggal 29 Desember 2017. Ade kembali disangkakan melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a ayat 2 UU ITE.

Baca juga : Di Pilkada Bogor 2018, Sebanyak 42.1 Persen Pemilih Tidak Suka Partai Pro Ahok-Djarot

Selain melaporkan Ade, baik FPI maupun LBH Bang Japar juga berencana melapor kepada rektorat Universitas Indonesia untuk memberhentikan Ade Armando. Keduanya menganggap dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tersebut tidak pantas menyandang jabatannya usai perbuatannya itu. “Kami minta agar Ade segera dipecat karena tidak pantas dosen melakukan ujaran kebencian,” kata Juju.

Atas pelaporan itu, Ade mengaku tidak terganggu. “Ya gak apa juga,” katanya ketika dihubungi Tempo, Jumat, 29 Desember 2017.

 

TEMPO.CO | AS