Wali Kota Bogor Larang Kantong Plastik, Kepentingan Siapa?

51 0

BOGOR-Wali Kota Bogor Bima Arya telah memberlakukan larangan kantong plastik di semua pusat perbelanjaan,  supermarket,  minimarket dan lainnya. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota nomor 61 tahun 2018.

Namun sayang, larangan kantong plastik belum ter sosialisasi dengan baik. Saat ini, belum ada aturan baku atau standarisasi kantong pengganti plastik,  yang harus ramah lingkungan.

“Kantong yang ramah lingkungan  itu seperti apa?  Terus dari mana pasokan barangnya ? Karena sampai saat ini belum ada UMKM di Kota BBogo  memproduksi kantong belanja ramah lingkungan, ” Kata Rahmat Syamsul Anwar,  Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (PPKP)  kepada Polbo di Hotel M-One, Sentul, Cibinong, usai acara dialog publik, Sabtu, 1 Desember 2018.

Saat dikonfirmasi Kepala Bidang UMKM pada Dinas UMKM Kota Bogor, Uci mengatakan, bahwa pihaknya belum memiliki data terkait adanya UMKM yang memproduksi tas belanja ramah lingkungan.

“Kalau secara khusus produksi tas belanja atau goodie bag belum ada, belum ada yang datang juga kesini, tapi kalau tas sekolah tas ibu ibu itu ada dari UMKM,” katanya.

Padahal seperti diketahui, kebutuhan kantong plastik sebagai alat untuk membawa belanjaan cukup besar. Seperti sebuah mini market dikawasan Tajur, dalam sehari memerlukan 1500 kantong plastik dari berbagai ukuran.

Namun sampai saat ini, lanjut dia, ketersediaan tas belanja ramah lingkungan yang nantinya akan digunakan sebagai pengganti kantong plastik pun tidak diketahui seperti apa bentuknya, bahannya dan bagaimana cara masyarakat mendapatkannya.

“Ketika dikeluarkan kebijakan harus sudah siap juga infrastrukturnya. Pengganti plastik ini apa ? oke kertas dari mana suportnya ? bagaimana caranya mebuatnya atau siapa yang membuatnya ? bagaimana cara mendapatkannya ? Kan begitu kan kira-kira,” ucap pengamat politik STIE Muhammadiyah Bogor,  Yusfuriadi.

Pengamat Ekonomi  STIE Kesatuan, Saefudin Zuhdi mengatakan,  tahap awal seharusnya tas belanja pengganti pelastik diberi secara geratis kepada masyarakat.”Harusnya tidak perlu beli.”

Adapum Bima Arya menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan tas belanja secara gratis. “Enggak ada gratis, semuanya juga disiapkan oleh pelaku usaha atau warga bukan pemerintah yang menyiapkan,” kata dia sai  rapat paripurna di Gedung DPRD Kota BBogo, kemarin.

 

M. A.  MURTADHO | AS

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *