Warga Kab. Bogor Sulit Patuhi Aturan PSBB

AvatarPosted on at 01:35
31 0

Bogor  –   Perpanjangan masa PSBB di Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) sesuai surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443 / Kep.250-Hukham/2020, ditengarai akibat masih banyaknya potensi penyebaran covid-19 khususnya di lima wilayah tersebut.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hal persetujuan nya akibat masih belum adanya indikasi penurunan penyebaran. Sehingga kata Emil dalam keterangannya, diperlukan perpanjang PSBB di wilayah Bodebek selama satu kali masa inkubasi terpanjang 14 hari kedepan atau hingga 12 Mei mendatang.

Terkait itu diakuinya Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin yang mengungkapkan, warga di daerahnya sulit untuk patuh menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini terlihat dari masih banyaknya masjid yang menggelar shalat berjamaah di tengah pandemi virus Covid-19 . “Masih banyak masyarakat yang meyakini bahwa masjid adalah tempat yang tidak mungkin terpapar penyakit, masjid adalah tempat kita berdoa dan mendekatakan diri pada Allah,” ujar Ade dalam sebuah diskusi daring, Sabtu 2 Mei 2020, kemarin.

Seperti tertuang dalam rilis pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, data monitoring harian kewaspadaan Virus Corona (COVID-19) Sabtu 02 Mei 2020 malam disebutkan bahwa Orang Dalam Pantauan (ODP) jumlahnya 375 Orang, kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 515 Orang. Untuk total positif Covid-19 berjumlah 133 kasus.

“Terkonfirmasi Tambahan dua Kasus Positif Covid-19, dan tiga Tambahan Pasien PDP Meninggal Dunia,” Ujar Ade Yasin. Ia mengatakan, pemerintah kabupaten telah mengimbau seluruh camat dan lurah/Kepala Desa untuk mensosialisasikan PSBB. Padahal, kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi potensi penularan virus Corona. “Jadi ya saya bilang kalo memang ini maju terus ya kita sulit untuk bagaimana Bogor bisa mengurangi angka kematian atau angka positif,” ujar Ade. Selain itu, banyak perusahaan di Kabupaten Bogor yang tetap melaksanakan aktivitasnya. Sehingga membuat para pekerja dan karyawannya harus terpaksa bekerja di tengah kebijakan PSBB. Hal ini juga berkaitan dengan surat dari Kementerian Perindustrian, yang bertentangan dengan Peraturan Bupati yang dikeluarkannya.

Sebab, mayoritas perusahaan yang berada di Kabupaten Bogor bergerak di bidang ekspor-impor. “Jadi artinya, ini sulit ketika kami ingin menegakkan hukum dengan alasan ada surat peraturan dari kementerian perindustrian yang mengecualikan,” ujar Ade.

Meski begitu, pihaknya terus mengimbau agar warganya disiplin ketika penerapan PSBB diperpanjang. Salah satunya adalah terus mengingatkan untuk menggunakan masker dan cuci tangan.”Kalau tidak kita berikan teguran dan kemungkinan kalau masih membandel kita akan evaluasi,” ujar Ade. Pemerintah Kabupaten Bogor menyampaikan data hingga Jumat 1 Mei 2020 mengenai virus Corona. Jumlah kasus positif Covid-19 di daerah tersebut sebanyak 131 kasus.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

 

 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *